Bolehkah Sedekah atas Nama Orang yang Sudah Meninggal?

M Hasbi Maulana
5 Min Read
Foto: Freepik

KEHILANGAN orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah. Setelah mereka meninggal dunia, kita mungkin bertanya-tanya, “Apa yang masih bisa saya lakukan untuk mereka?”

Salah satu bentuk kebaikan yang sering dilakukan adalah bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal. Misalnya, memberikan makanan kepada orang miskin, membantu pembangunan masjid, memberikan Al-Qur’an, atau menyumbangkan sejumlah uang.

Namun, apakah sedekah tersebut benar-benar diperbolehkan dalam Islam? Apakah pahalanya bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal?

Sedekah atas Nama Orang yang Meninggal

Jawabannya adalah boleh.

Ada hadis yang secara jelas menunjukkan hal tersebut. Dalam hadis riwayat Muslim, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang ibunya yang meninggal secara tiba-tiba.

Ia berkata bahwa ibunya belum sempat berwasiat. Ia menduga bahwa jika ibunya masih hidup, tentu ia akan bersedekah.

Kemudian ia bertanya apakah dirinya boleh bersedekah atas nama ibunya.

Rasulullah ﷺ menjawab:

“Ya.” (HR. Muslim no. 1004)

Hadis ini menjadi salah satu dasar bahwa sedekah yang dilakukan seseorang atas nama orang yang telah meninggal diperbolehkan.

Artinya, kita tetap dapat berbuat baik kepada orang tua atau keluarga yang telah meninggal. Salah satunya dengan bersedekah atas nama mereka.

BACA JUGA:  Kemuliaan untuk Ahli Sedekah Subuh

Tidak Harus Menunggu Wasiat

Hal menarik dari hadis tersebut adalah sang ibu tidak meninggalkan wasiat.

Namun, Rasulullah ﷺ tetap membolehkan anaknya bersedekah atas namanya.

Ini menunjukkan bahwa sedekah atas nama orang yang meninggal tidak harus menunggu adanya wasiat.

Selama dilakukan dengan niat yang baik dan harta yang halal, seseorang dapat bersedekah dan menghadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal.

Riwayat lain juga menyebutkan kisah Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu. Ketika ibunya meninggal, Sa’ad bertanya kepada Nabi ﷺ apakah sedekah yang ia lakukan bermanfaat bagi ibunya.

Nabi ﷺ menjawab bahwa sedekah tersebut bermanfaat.

Bentuk Sedekah yang Bisa Dilakukan

Sedekah atas nama orang yang telah meninggal tidak harus selalu dalam bentuk uang.

Kita bisa memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan.

Kita juga bisa membantu fakir miskin.

Bisa pula memberikan bantuan kepada anak yatim.

Jika memiliki kemampuan lebih, kita dapat melakukan sedekah jariyah. Misalnya membantu pembangunan masjid, menyediakan sumur untuk masyarakat, atau mewakafkan sesuatu yang manfaatnya terus digunakan.

Sedekah jariyah memiliki keutamaan yang besar.

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kematian tidak menghalangi seseorang untuk mendapatkan manfaat dari beberapa bentuk kebaikan yang terus berlangsung.

Bagaimana dengan Niatnya?

Ketika bersedekah, kita tetap perlu memperhatikan keikhlasan.

Kita bersedekah karena Allah.

Kemudian kita dapat berdoa agar Allah memberikan pahala sedekah tersebut kepada orang yang telah meninggal.

Misalnya dengan berkata:

“Ya Allah, sampaikan pahala sedekah ini kepada almarhum ayah saya.”

Tidak perlu membuat lafaz yang rumit.

Yang terpenting adalah niat yang tulus.

Sedekah juga sebaiknya diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Jangan sampai niat berbuat baik justru disertai dengan pamer atau ingin mendapatkan pujian dari manusia.

Pandangan Ulama

Para ulama menjelaskan bahwa sedekah untuk orang yang telah meninggal termasuk amal yang memiliki dasar dalam hadis.

Imam An-Nawawi juga menjelaskan dalam syarahnya terhadap Shahih Muslim mengenai hadis tersebut. Sedekah atas nama mayit merupakan amalan yang dapat memberikan manfaat kepadanya.

Dalam pembahasan fikih, sedekah termasuk amalan yang memiliki dalil khusus mengenai sampainya manfaat kepada orang yang telah meninggal.

Karena itu, seorang anak tidak perlu merasa bahwa setelah orang tuanya meninggal, ia sudah tidak dapat melakukan apa-apa untuk mereka.

BACA JUGA:  Bolehkah Menabung untuk Haji Tapi Tidak Pernah Sedekah?

Jadikan Sedekah sebagai Bentuk Bakti

Berbakti kepada orang tua tidak berhenti ketika mereka meninggal dunia.

Kita masih bisa mendoakan mereka.

Kita bisa memohonkan ampun untuk mereka.

Kita juga bisa bersedekah atas nama mereka.

Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang dapat dilakukan oleh orang yang masih hidup.

Maka, jika memiliki rezeki lebih, jangan hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri.

Sisihkan sebagian untuk bersedekah.

Niatkan karena Allah.

Dan hadiahkan pahalanya untuk orang tua atau keluarga yang telah mendahului kita.

Semoga sedekah tersebut menjadi sebab datangnya rahmat Allah kepada mereka. Dan semoga menjadi amal kebaikan bagi kita yang masih diberi kesempatan untuk hidup.

Jadi, bersedekah atas nama orang yang sudah meninggal diperbolehkan berdasarkan hadis Nabi ﷺ. Sedekah tersebut dapat berupa uang, makanan, bantuan kepada orang yang membutuhkan, maupun sedekah jariyah. Yang terpenting adalah dilakukan dengan ikhlas dan menggunakan harta yang halal. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *