SHALAT merupakan ibadah yang membutuhkan ketenangan dan kekhusyukan. Ketika seseorang sedang shalat, ia sedang menghadap Allah dan menjalankan rangkaian ibadah yang memiliki aturan tertentu. Karena itu, orang lain sebaiknya tidak mengganggu atau mengajak berbicara tanpa alasan yang dibenarkan.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari terkadang muncul keadaan yang membuat seseorang perlu menegur orang yang sedang shalat. Misalnya, karena ada bahaya di sekitarnya, pakaian yang terbuka, atau sesuatu yang dapat mengganggu kesempurnaan shalat. Lalu, bagaimana hukum menegur orang yang sedang shalat?
BACA JUGA: Apakah Batal Jika Shalat Sambil Menangis?
Tidak Boleh Berbicara Sembarangan
Pada dasarnya, orang yang sedang shalat tidak boleh diajak berbicara dengan percakapan biasa. Shalat memiliki ketentuan yang membedakannya dari aktivitas sehari-hari. Berbicara dengan sengaja untuk urusan yang tidak berkaitan dengan shalat dapat memengaruhi keabsahan shalat.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa shalat bukan tempat untuk melakukan percakapan seperti ketika seseorang sedang berada di luar shalat. Karena itu, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak, sebaiknya seseorang membiarkan orang lain menyelesaikan shalatnya.
Sikap tersebut juga termasuk bentuk menghormati ibadah orang lain. Jangan sampai niat ingin mengingatkan justru membuat orang yang sedang shalat kehilangan kekhusyukan.
Ada Keadaan yang Membolehkan Teguran
Meski demikian, bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh memberikan isyarat atau teguran ketika melihat sesuatu yang penting. Ada keadaan tertentu yang justru membutuhkan tindakan segera.
Contohnya, seseorang sedang shalat dan di dekatnya terdapat benda yang berbahaya. Jika bahaya tersebut dapat mengancam keselamatannya, orang lain boleh memberikan peringatan. Dalam keadaan seperti ini, keselamatan menjadi hal yang harus diperhatikan.
Begitu pula ketika ada sesuatu yang perlu segera diketahui oleh orang yang sedang shalat. Teguran dapat dilakukan dengan cara yang sesuai dan seminimal mungkin agar tidak mengganggu ibadahnya secara berlebihan.
Menggunakan Isyarat Lebih Baik
Jika teguran memang diperlukan, sebaiknya dilakukan dengan cara yang tidak menyebabkan pembicaraan panjang. Dalam beberapa keadaan, isyarat dapat menjadi pilihan.
Misalnya, seseorang melihat ada anak kecil yang hampir menyentuh benda berbahaya di dekat orang yang sedang shalat. Ia dapat memberikan isyarat atau suara peringatan seperlunya agar orang tersebut menyadari keadaan.
Dalam shalat berjamaah juga terdapat cara tertentu untuk mengingatkan imam ketika terjadi kesalahan. Makmum laki-laki dapat mengucapkan tasbih, sedangkan perempuan memiliki cara yang berbeda dalam memberikan tanda. Hal ini menunjukkan bahwa syariat memberikan ruang untuk memberikan peringatan ketika memang ada kebutuhan.
Menegur Kesalahan Setelah Shalat
Jika kesalahan yang dilakukan tidak berkaitan dengan keadaan darurat, menunggu sampai orang tersebut selesai shalat biasanya lebih baik. Setelah salam, seseorang dapat menyampaikan nasihat dengan cara yang lembut.
Cara menyampaikan teguran juga sangat penting. Jangan menggunakan perkataan yang kasar atau membuat orang tersebut merasa dipermalukan. Tujuan menegur dalam perkara ibadah seharusnya adalah membantu, bukan menunjukkan bahwa diri sendiri lebih baik.
Nasihat yang disampaikan dengan lembut biasanya lebih mudah diterima. Apalagi jika orang yang ditegur sebenarnya belum mengetahui hukum dari perbuatannya.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Sambil Duduk Hanya Karena Rasa Malas?
Jadi, apakah boleh menegur orang yang sedang shalat? Pada dasarnya, seseorang tidak seharusnya mengajak orang yang sedang shalat berbicara untuk urusan biasa. Shalat membutuhkan ketenangan dan tidak semestinya diganggu tanpa alasan.
Namun, apabila terdapat kebutuhan penting, kesalahan yang perlu segera diperbaiki, atau bahaya yang mengancam, memberikan peringatan dapat dibenarkan. Sebaiknya peringatan dilakukan dengan isyarat atau cara yang paling sedikit mengganggu shalat.
Jika persoalannya tidak mendesak, menunggu sampai shalat selesai merupakan pilihan yang lebih baik. Setelah itu, nasihat dapat disampaikan secara santun dan bijaksana. Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga aturan dalam beribadah, tetapi juga menjaga adab kepada sesama Muslim.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

