WUDHU merupakan salah satu syarat penting dalam pelaksanaan shalat. Seorang Muslim perlu menjaga wudhunya dari berbagai hal yang dapat membatalkannya. Karena itu, muncul pertanyaan yang cukup sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari: apakah wudhu menjadi batal ketika seseorang mengucapkan kata-kata kasar, mencela, atau berbicara dengan ucapan yang tidak baik?
Pertanyaan ini penting karena manusia terkadang dapat kehilangan kendali ketika marah. Seseorang mungkin mengeluarkan perkataan kasar kepada orang lain tanpa berpikir panjang. Namun, apakah ucapan tersebut termasuk perkara yang membatalkan wudhu?
BACA JUGA: Apakah Boleh Berbicara Ketika Sedang Berwudhu?
Kata-Kata Kasar Tidak Membatalkan Wudhu
Pada dasarnya, mengucapkan kata-kata kasar tidak termasuk pembatal wudhu. Wudhu tidak menjadi batal hanya karena seseorang berkata kotor, mencela, memaki, atau mengucapkan perkataan yang tidak pantas.
Pembatal wudhu berkaitan dengan perkara-perkara tertentu yang telah dijelaskan dalam syariat. Di antaranya adalah keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, hilangnya kesadaran, tidur dalam keadaan tertentu, dan beberapa perkara lain yang dijelaskan oleh para ulama.
Dengan demikian, apabila seseorang sedang dalam keadaan berwudhu kemudian tanpa sengaja mengucapkan kata-kata kasar, wudhunya tetap sah. Ia tidak perlu mengulangi wudhu hanya karena perkataan tersebut.
Meski demikian, bukan berarti seorang Muslim boleh meremehkan ucapan buruk. Tidak batalnya wudhu bukan berarti perbuatan tersebut menjadi dibenarkan.
Ucapan Buruk Tetap Berdosa
Islam sangat memperhatikan perkataan seorang Muslim. Lisan dapat menjadi jalan datangnya pahala, tetapi juga dapat menjadi sebab seseorang mendapatkan dosa.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 18)
Ayat tersebut mengingatkan bahwa perkataan manusia tidak dibiarkan begitu saja. Setiap ucapan memiliki konsekuensi dan akan dipertanggungjawabkan.
Karena itu, meskipun kata-kata kasar tidak membatalkan wudhu, seorang Muslim tetap harus berusaha menjaga lisannya. Terlebih jika ucapan tersebut mengandung penghinaan, fitnah, atau menyakiti hati orang lain.
Bagaimana Jika Mengucapkannya Saat Marah?
Marah merupakan kondisi yang sering membuat seseorang sulit mengendalikan perkataan. Dalam keadaan seperti itu, seseorang mungkin mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia katakan.
Jika hal tersebut terjadi, wudhunya tetap tidak batal. Namun, ia dianjurkan segera memohon ampun kepada Allah dan memperbaiki kesalahannya.
Apabila perkataan kasar tersebut ditujukan kepada orang lain dan membuatnya tersakiti, sebaiknya masalah tersebut diselesaikan dengan meminta maaf. Memperbaiki hubungan dengan sesama merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar seseorang mampu menahan amarah. Kemampuan menjaga lisan ketika emosi merupakan bentuk kesungguhan dalam memperbaiki akhlak.
Tetap Menjaga Wudhu dan Lisan
Wudhu bukan hanya berkaitan dengan persiapan fisik sebelum beribadah. Wudhu juga seharusnya menjadi pengingat agar seorang Muslim menjaga kebersihan diri dan memperbaiki perilakunya.
Ketika seseorang sudah berwudhu, hendaknya ia berusaha menjaga dirinya dari perbuatan yang buruk. Bukan karena kata-kata kasar dapat membatalkan wudhu, tetapi karena seorang Muslim diperintahkan untuk memiliki akhlak yang baik.
Jika seseorang terlanjur mengucapkan perkataan kasar, tidak perlu mengulangi wudhu. Ia cukup bertaubat apabila perkataan tersebut merupakan dosa dan berusaha tidak mengulanginya.
BACA JUGA: Apakah Boleh Wudhu dengan Air yang Menggenang?
Mengucapkan kata-kata kasar tidak membatalkan wudhu. Wudhu seseorang tetap sah selama tidak terjadi perkara yang memang termasuk pembatal wudhu.
Namun, menjaga lisan tetap menjadi kewajiban seorang Muslim. Perkataan kasar, makian, penghinaan, dan ucapan yang menyakiti orang lain harus dihindari. Jika terlanjur mengucapkannya, segera bertaubat, meminta maaf jika diperlukan, dan berusaha memperbaiki diri.
Dengan demikian, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesucian wudhunya, tetapi juga menjaga kesucian lisannya. Sebab, ibadah yang baik seharusnya turut membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

