Bolehkah Suami Istri Jima di Waktu antara Maghrib dan Isya?

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

WAKTU antara Maghrib dan Isya sering menjadi waktu yang cukup tenang bagi sebagian keluarga. Ada yang menggunakannya untuk makan malam, berkumpul bersama keluarga, membaca Al-Qur’an, atau beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Lalu bagaimana jika suami dan istri ingin melakukan hubungan intim pada waktu tersebut, apakah ada larangan dalam Islam?

Pada dasarnya, hubungan intim antara suami dan istri merupakan sesuatu yang dibolehkan dalam pernikahan selama dilakukan dengan cara yang sesuai syariat. Tidak ada ketentuan umum yang mengharamkan hubungan suami istri hanya karena dilakukan pada waktu antara Maghrib dan Isya. Dengan demikian, pasangan suami istri boleh melakukan hubungan intim pada waktu tersebut selama tidak ada hal lain yang menyebabkan hubungan tersebut menjadi terlarang.

BACA JUGA: Sesudah Jima Boleh Langsung Makan atau Enggak Sih?

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu kewajiban melaksanakan shalat Maghrib dan Isya. Jika hubungan intim dilakukan setelah masuk waktu Maghrib, pasangan tetap harus memastikan shalat Maghrib tidak ditinggalkan atau sengaja ditunda sampai keluar waktunya. Demikian pula ketika waktu Isya telah masuk, jangan sampai aktivitas tersebut membuat seseorang melewatkan shalat Isya.

Jika suami dan istri ingin berhubungan intim setelah shalat Maghrib dan sebelum Isya, pada dasarnya tidak ada masalah. Begitu pula apabila dilakukan setelah Isya, selama pasangan tersebut memperhatikan adab dan kewajiban yang berlaku. Yang menjadi persoalan bukan semata-mata waktu antara Maghrib dan Isya, melainkan apakah hubungan tersebut menyebabkan kewajiban agama ditinggalkan.

Dalam Islam, hubungan suami istri juga memiliki adab yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah membaca doa sebelum melakukan hubungan intim, sebagaimana diajarkan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ. Doa tersebut merupakan bentuk permohonan perlindungan kepada Allah sekaligus mengingatkan pasangan bahwa hubungan suami istri pun dapat menjadi bagian dari kehidupan yang bernilai ibadah apabila dilakukan dalam ikatan pernikahan dan dengan niat yang baik.

Pasangan juga perlu menjaga privasi dalam hubungan rumah tangga. Hubungan intim merupakan perkara yang bersifat pribadi sehingga tidak selayaknya dibicarakan secara terbuka kepada orang lain tanpa kebutuhan yang dibenarkan. Menjaga rahasia antara suami dan istri merupakan bagian dari akhlak yang penting dalam kehidupan pernikahan.

Ada anggapan di sebagian masyarakat bahwa waktu Maghrib merupakan waktu yang tidak baik untuk melakukan hubungan intim. Anggapan semacam ini perlu dibedakan antara keyakinan budaya dengan ketentuan syariat yang memiliki dasar. Selama tidak ada dalil yang secara khusus melarang hubungan suami istri pada waktu tersebut, maka tidak tepat menetapkan bahwa hubungan intim antara Maghrib dan Isya secara otomatis haram hanya karena waktunya.

https://s.shopee.co.id/4AzgbbG5uj

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi seseorang setelah berhubungan intim. Jika hubungan dilakukan sebelum shalat Isya dan menyebabkan seseorang berada dalam keadaan junub ketika hendak shalat, maka ia wajib mandi janabah terlebih dahulu. Jangan sampai karena ingin segera tidur atau melakukan aktivitas lain, seseorang meninggalkan kewajiban mandi dan akhirnya melewatkan shalat.

Bagaimana jika pasangan melakukan hubungan intim setelah Maghrib, kemudian waktu Isya sudah masuk? Hal tersebut tetap diperbolehkan, tetapi ketika hendak melaksanakan shalat, orang yang berada dalam keadaan junub harus mandi wajib terlebih dahulu. Jika waktunya memungkinkan, mandi dan persiapan shalat sebaiknya dilakukan tanpa menunda-nunda.

Islam juga tidak menjadikan hubungan suami istri sebagai sesuatu yang harus dilakukan hanya pada malam hari tertentu atau waktu tertentu. Selama dilakukan dalam pernikahan yang sah dan memenuhi ketentuan syariat, pasangan memiliki ruang untuk menjalani kehidupan intim sesuai kondisi dan kebutuhan mereka. Karena itu, tidak perlu merasa berdosa hanya karena memilih waktu antara Maghrib dan Isya, selama tidak ada kewajiban agama yang dilanggar.

Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan juga perlu mempertimbangkan kenyamanan masing-masing. Suami maupun istri tidak seharusnya memaksakan hubungan ketika pasangannya sedang sakit, sangat lelah, atau memiliki alasan yang membuat hubungan tersebut tidak nyaman. Komunikasi dan sikap saling menghormati justru menjadi bagian penting agar kehidupan suami istri tetap harmonis.

BACA JUGA: Kenapa Suami Istri Jima Sering Dianjurkan Malam Jum’at?

Jadi, bolehkah suami istri jima di waktu antara Maghrib dan Isya? Jawabannya boleh, karena tidak ada larangan khusus yang menjadikan hubungan intim pada waktu tersebut haram. Yang harus dijaga adalah kewajiban shalat, mandi wajib setelah hubungan ketika diperlukan, serta adab dan privasi dalam kehidupan rumah tangga.

Dengan demikian, pasangan tidak perlu menjadikan waktu antara Maghrib dan Isya sebagai waktu yang secara otomatis dianggap terlarang untuk hubungan suami istri. Selama hubungan dilakukan dalam pernikahan yang sah dan tidak menyebabkan kewajiban syariat ditinggalkan, waktunya pada dasarnya diperbolehkan. Yang terpenting adalah tetap menjaga keseimbangan antara memenuhi hak pasangan, menjalankan ibadah, dan menjaga adab dalam kehidupan rumah tangga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *