Ciri Laki Kebanyakan Karbo

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

ADA kebiasaan makan yang sering dianggap biasa saja.

Nasi sepiring penuh.
Tambah lauk.
Lalu nambah nasi lagi.

Setelah itu perut terasa begah.

“Wah, kenyang. Mantap!”

Eits.

Kenyang belum tentu berarti kebutuhan tubuh sudah terpenuhi dengan baik.

Karbohidrat memang penting. Tubuh membutuhkannya sebagai salah satu sumber energi. Masalahnya muncul ketika asupan karbohidrat, terutama karbohidrat olahan dan makanan tinggi gula, terlalu banyak dibandingkan kebutuhan tubuh.

Lalu bagaimana mengetahui seseorang mungkin kebanyakan karbohidrat?

BACA JUGA: Ciri Tubuh Lelaki yang Rentan Terkena Diabetes

Cepat Lapar Lagi Setelah Makan

Ini agak membingungkan.

Baru saja makan banyak, tetapi beberapa jam kemudian sudah ingin ngemil lagi.

Pola seperti ini bisa terjadi ketika makanan didominasi karbohidrat olahan, terutama yang rendah serat dan protein. Makanan seperti roti putih, minuman manis, kue, atau nasi dalam porsi besar dapat membuat kadar gula darah naik relatif cepat, kemudian turun kembali.

Akibatnya, rasa lapar bisa muncul lagi.

Bukan berarti setiap kali lapar setelah makan seseorang pasti kebanyakan karbohidrat. Tetapi kalau polanya terus berulang, komposisi makanan memang layak diperhatikan.

Perut Makin Maju

Nah, ini yang biasanya mulai bikin celana protes.

Asupan kalori berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berat badan bertambah. Karbohidrat sendiri bukan satu-satunya penyebab. Lemak dan protein juga mengandung kalori, dan makanan apa pun bisa berkontribusi pada kenaikan berat badan jika dikonsumsi melebihi kebutuhan energi.

https://s.shopee.co.id/30nvRWxJbt

Namun makanan tinggi karbohidrat olahan dan gula sering mudah dikonsumsi dalam jumlah besar.

Minuman manis juga diam-diam berbahaya dalam urusan ini.

Segelas mungkin terasa kecil.

Tapi kalau setiap hari?

Coba hitung sendiri.

Mudah Ngantuk Setelah Makan

Pernah makan nasi banyak, lalu lima belas menit kemudian mata mulai berat?

“Bro, saya bukan ngantuk. Saya cuma sedang meresapi makanan.”

Hehe.

Rasa mengantuk setelah makan memang bisa terjadi karena berbagai faktor, termasuk ukuran dan komposisi makanan, waktu makan, kurang tidur, serta respons tubuh setelah makan.

Jadi jangan langsung menyimpulkan bahwa mengantuk berarti kebanyakan karbohidrat.

Tetapi kalau hampir setiap kali makan dalam porsi besar Anda merasa sangat lemas atau mengantuk, kebiasaan makan tersebut patut dievaluasi.

Berat Badan Naik Tanpa Disadari

Ini yang sering terjadi perlahan.

Hari ini naik setengah kilogram.

Besok tidak terasa.

Sebulan kemudian kaus mulai terasa lebih sempit.

Kenaikan berat badan terutama terjadi ketika energi yang masuk secara konsisten lebih banyak daripada yang digunakan tubuh. Pola makan tinggi makanan ultra-proses, minuman manis, dan porsi karbohidrat yang besar dapat membuat kelebihan energi lebih mudah terjadi.

Jadi persoalannya bukan sekadar, “Karbohidrat itu jahat.”

Tidak.

Karbohidrat bukan musuh.

Yang perlu diperhatikan adalah jenisnya, porsinya, dan keseimbangan keseluruhan pola makan.

Lingkar Pinggang Bertambah

Untuk laki-laki, lingkar pinggang juga penting diperhatikan.

Lemak yang menumpuk di sekitar perut berkaitan dengan risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Karena itu, jangan cuma naik ke timbangan.

Sesekali ukur juga lingkar pinggang.

Bisa jadi angka berat badan terlihat biasa saja, tetapi lingkar pinggang terus bertambah.

BACA JUGA: Apa Sih Akibatnya Kalau Sering (Maaf!) Menahan Kentut?

Jadi Harus Berhenti Makan Nasi?

Tentu tidak.

Nasi bukan penjahat.

Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi. Yang perlu diperbaiki adalah kebiasaan makan secara keseluruhan.

Coba mulai dengan memperhatikan porsi.

Pilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat jika memungkinkan. Tambahkan sayuran. Cukupi protein. Batasi minuman manis dan makanan tinggi gula. Jangan lupa bergerak dan berolahraga secara teratur.

Dan satu lagi.

Jangan menjadikan rasa kenyang sebagai satu-satunya ukuran bahwa makanan kita sudah baik.

Kenyang memang menyenangkan.

Tapi tubuh tidak hanya membutuhkan perut yang penuh.

Tubuh membutuhkan gizi yang seimbang.

Jadi, kalau setiap makan harus sampai perut berkata, “Bro, saya sudah tidak sanggup lagi,” mungkin sudah waktunya mengevaluasi porsi.

Bukan berarti harus takut makan.

Cuma… jangan bangga karena kenyang.

Yang lebih penting adalah sehat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *