Kenapa Orang Terlihat Sehat, Kok Bisa Mendadak Kena Serangan Jantung?

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

KABAR seperti ini sering membuat kita terdiam.

“Padahal orangnya kelihatan sehat.”

“Tidak pernah mengeluh sakit.”

“Masih kerja, masih olahraga, masih ngobrol seperti biasa.”

Lalu tiba-tiba terkena serangan jantung.

Kok bisa?

Masalahnya, terlihat sehat tidak selalu berarti pembuluh darah benar-benar sehat. Penyakit jantung koroner dapat berkembang perlahan selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala yang jelas. American Heart Association juga menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskular sering berkembang secara diam-diam sebelum akhirnya menimbulkan kejadian serius.

Penyumbatan Bisa Terjadi Diam-Diam

Sebagian besar serangan jantung berkaitan dengan penyakit jantung koroner.

Di dalam pembuluh darah koroner dapat terbentuk plak, yaitu timbunan lemak, kolesterol, dan zat lain pada dinding pembuluh darah.

Awalnya mungkin tidak terasa apa-apa.

BACA JUGA: Benarkah Kurang Tidur Bisa Merusak Kesehatan Jantung?

Tetapi plak tersebut bisa semakin menumpuk dan membuat pembuluh darah menyempit. Yang lebih berbahaya, permukaan plak dapat pecah. Ketika itu terjadi, tubuh dapat membentuk bekuan darah yang kemudian menyumbat aliran darah menuju otot jantung.

Akibatnya?

Jantung kekurangan oksigen dan sebagian jaringan otot jantung dapat mengalami kerusakan. Itulah mekanisme utama terjadinya serangan jantung.

Jadi, serangannya memang terlihat mendadak.

Tetapi proses penyakitnya belum tentu mendadak.

Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko

Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, antara lain tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, merokok, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, usia, serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Yang merepotkan, beberapa kondisi tersebut bisa tidak menimbulkan keluhan.

Tekanan darah tinggi, misalnya, sering kali tidak terasa.

Kolesterol tinggi juga biasanya tidak membuat seseorang merasa sedang sakit.

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

Begitu pula penyempitan pembuluh darah pada tahap awal.

Makanya pemeriksaan kesehatan tetap penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.

Jangan menunggu badan memberi alarm keras.

Serangan Jantung Tidak Selalu Dramatis

Selama ini kita sering membayangkan serangan jantung sebagai seseorang yang tiba-tiba memegang dada sambil kesakitan hebat.

Padahal tidak selalu begitu.

Gejalanya dapat berupa tekanan atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, kelelahan yang tidak biasa, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, maupun bagian atas perut.

Pada sebagian orang, gejalanya bahkan sangat ringan atau nyaris tidak terasa.

Inilah yang dikenal sebagai silent heart attack atau serangan jantung diam-diam. American Heart Association menjelaskan bahwa kondisi ini bisa terjadi tanpa gejala yang khas sehingga seseorang baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan.

Karena itu, jangan buru-buru menganggap rasa tidak nyaman di dada sebagai “masuk angin biasa”, apalagi jika baru pertama kali terjadi atau terasa berbeda dari biasanya.

BACA JUGA: Tanda Tubuh Aman dari Penyakit Jantung, InsyaAllah

Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Bukan berarti setiap orang harus hidup dalam ketakutan.

Justru sebaliknya.

Kenali faktor risikonya. Periksa tekanan darah dan kadar kolesterol. Kendalikan diabetes jika ada. Hindari rokok. Aktif bergerak. Jaga pola makan dan berat badan.

Dan yang tidak kalah penting: jangan abaikan gejala yang mencurigakan.

Jika muncul nyeri atau tekanan dada yang baru, berat, berlangsung beberapa menit, berulang, atau disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu sampai gejalanya “benar-benar parah”.

Sebab dalam serangan jantung, waktu sangat berharga.

Kesimpulannya sederhana.

Orang bisa tampak sehat dari luar, sementara di dalam tubuhnya sudah berlangsung proses yang tidak terlihat.

Karena itu, jangan hanya bertanya, “Saya merasa sehat atau tidak?”

Sesekali tanyakan juga:

“Bagaimana sebenarnya kondisi jantung saya?”

Pertanyaan sederhana itu mungkin jauh lebih penting daripada yang kita kira. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *