Teruslah Belajar Agama, Hingga Kita Tahu…

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

SEMAKIN banyak belajar agama, semakin kita memahami bahwa banyak perkara yang sering dianggap “kampungan”, “jorok”, “kuno”, atau “terlalu ustaz”, ternyata memiliki dasar dalam syariat.

Bukan untuk merasa lebih baik dari orang lain. Justru agar kita tidak mudah menilai sesuatu hanya berdasarkan kebiasaan masyarakat.

1. Makan dengan Tangan Kanan Itu Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang anak:

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, makan dengan tangan kanan bukan tanda tidak modern. Itu bagian dari adab makan yang diajarkan Nabi ﷺ.

BACA JUGA: Tahukah Kamu; Renungan Sederhana yang Bisa Bikin Kamu “Hidup”

2. Berbicara Saat Makan Tidak Otomatis Tidak Sopan

Tidak ada larangan umum untuk berbicara ketika makan. Bahkan terdapat hadis yang menunjukkan Rasulullah ﷺ berbicara kepada para sahabat ketika sedang makan.

Yang penting tentu menjaga adab: tidak berbicara dengan mulut penuh, tidak berkata kotor, dan tidak mengganggu orang lain.

Jadi, makan sambil berbicara tidak otomatis berarti tidak sopan.

3. Menjilat Jari Setelah Makan Itu Sunnah

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّهِنَّ الْبَرَكَةُ

“Apabila salah seorang dari kalian makan, hendaknya ia menjilat jari-jarinya, karena ia tidak mengetahui pada bagian mana keberkahan itu berada.” (HR. Muslim)

Jadi, dalam konteks adab yang diajarkan Nabi ﷺ, menjilat jari setelah makan bukan sesuatu yang jorok.

https://s.shopee.co.id/9UzDteNvlP

4. Jilbab yang Menutup Dada Bukan Sekadar Identitas Ustazah

Allah berfirman:

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nur: 31)

Menutup aurat adalah bagian dari ketaatan seorang Muslimah. Jadi, jangan sampai seseorang merasa malu menjalankan syariat hanya karena takut dianggap “terlalu ustazah”.

5. Betah di Rumah Tidak Berarti Kuper

Islam tidak menjadikan seorang Muslimah harus selalu berada di luar rumah agar dianggap aktif dan gaul.

Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumah-rumahmu…” (QS. Al-Ahzab: 33)

Ayat ini secara khusus ditujukan kepada istri-istri Nabi ﷺ, sehingga penerapannya kepada seluruh Muslimah perlu dipahami bersama penjelasan ulama. Namun, secara umum beraktivitas di rumah, menjaga keluarga, dan tidak menjadikan keluar rumah sebagai ukuran pergaulan bukanlah sesuatu yang tercela.

6. Shalat Lima Waktu Itu Kewajiban, Bukan Tanda Seseorang Ustaz

Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)

Jadi, jangan merasa aneh melihat seseorang rajin shalat lima waktu.

Itu bukan karena dia ustaz. Itu karena dia seorang Muslim yang sedang menjalankan kewajibannya.

7. Mengingatkan Orang untuk Shalat Bisa Menjadi Bentuk Kasih Sayang

Allah berfirman:

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Dan mereka saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 3)

Mengingatkan saudara agar tidak meninggalkan shalat pada dasarnya merupakan bagian dari saling menasihati dalam kebaikan.

BACA JUGA: Seorang Muslim Boleh Terburu-buru dalam 5 Perkara Ini

Tentu caranya harus dengan ilmu, kelembutan, dan memperhatikan keadaan orang yang dinasihati.

Jangan sampai niatnya mengingatkan, tetapi cara menyampaikannya justru membuat orang semakin menjauh.

Teruslah Belajar

Semakin kita belajar agama, semakin kita tahu bahwa tidak semua yang dianggap aneh oleh masyarakat itu salah, dan tidak semua yang dianggap biasa itu benar.

Karena itu, jangan berhenti belajar.

Kenali sunnahnya.
Pahami dalilnya.
Pelajari adabnya.
Lalu amalkan dengan bijak.

Sebab ilmu agama bukan untuk membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain, tetapi untuk membenahi diri sendiri di hadapan Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *