KALAU melihat lukisan, ilustrasi, atau kisah tentang kehidupan para nabi dan pemimpin Muslim zaman dahulu, kita sering menemukan satu benda yang tampak sederhana: tongkat.
Nabi Musa memiliki tongkat. Nabi Muhammad ﷺ juga pernah menggunakan tongkat dalam beberapa kesempatan. Para khalifah dan ulama terdahulu pun dikenal menggunakan tongkat ketika berjalan atau berkhutbah.
Lantas, apakah tongkat memang memiliki makna khusus dalam kehidupan para nabi dan khalifah?
1. Tongkat Memang Berguna dalam Kehidupan Sehari-hari
Pada masa dahulu, tongkat merupakan benda yang sangat praktis.
Jalanan tidak selalu mulus seperti sekarang. Ada gurun, bebatuan, tanah berbukit, dan perjalanan panjang dengan berjalan kaki.
Tongkat dapat digunakan sebagai alat bantu berjalan, membantu menjaga keseimbangan, atau menopang tubuh ketika seseorang merasa lelah.
Jadi, jangan membayangkan tongkat pada zaman dahulu hanya sebagai simbol kepemimpinan. Benda ini memang memiliki fungsi praktis.
BACA JUGA: Urutan 25 Nabi dan Rasul yang Perlu Diketahui, Ini Dia
2. Tongkat Nabi Musa Memiliki Kisah yang Istimewa
Tongkat Nabi Musa tentu memiliki kedudukan yang berbeda.
Ketika Allah bertanya kepada Musa tentang benda yang berada di tangannya, Musa menjawab:
“Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku merontokkan daun-daun dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku ada lagi manfaat yang lain.” (QS. Thaha: 18)
Ayat ini menarik karena Musa sendiri menjelaskan berbagai manfaat tongkatnya.
Kemudian Allah menjadikan tongkat tersebut sebagai salah satu mukjizat Nabi Musa. Ketika Musa melemparkannya, tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak. (QS. Thaha: 19–21)
Jadi, tongkat Nabi Musa tidak bisa disamakan begitu saja dengan tongkat biasa milik manusia lainnya.
3. Rasulullah ﷺ Juga Pernah Menggunakan Tongkat
Tongkat juga dikenal dalam praktik kehidupan Rasulullah Muhammad ﷺ.
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah ﷺ menggunakan tongkat dalam konteks tertentu, termasuk ketika berkhutbah.
Karena itu, penggunaan tongkat dalam kehidupan seorang Muslim memiliki dasar dalam sunnah pada keadaan tertentu.
Namun, bukan berarti setiap Muslim harus selalu membawa tongkat.
Sunnah tidak berarti semua kebiasaan yang pernah dilakukan Nabi ﷺ harus dilakukan dalam bentuk yang sama tanpa melihat konteksnya.
4. Tongkat Bisa Membantu Saat Berkhutbah
Salah satu alasan tongkat sering dikaitkan dengan para pemimpin dan khatib adalah penggunaannya ketika berdiri menyampaikan khutbah.
Tongkat dapat menjadi penopang tubuh, terutama ketika seseorang harus berdiri cukup lama.
Pada masa ketika mimbar belum seperti mimbar masjid modern, tongkat juga bisa menjadi bagian dari perlengkapan yang digunakan ketika menyampaikan khutbah.
Karena itu, jangan heran jika dalam beberapa gambaran sejarah seorang khalifah atau ulama terlihat memegang tongkat.
5. Tongkat Juga Berkaitan dengan Perjalanan
Para nabi dan generasi terdahulu banyak melakukan perjalanan.
Mereka berjalan melewati padang pasir, pegunungan, dan jalan yang sulit.
Tongkat tentu sangat membantu dalam kondisi seperti itu.
Selain sebagai penopang, tongkat juga dapat digunakan untuk membantu menghadapi kondisi medan tertentu. Bagi seorang penggembala, misalnya, tongkat juga memiliki fungsi praktis untuk mengarahkan hewan ternak.
6. Bukan Berarti Semua Nabi Selalu Membawa Tongkat
Ini bagian yang perlu diluruskan.
Tidak ada dasar yang menunjukkan bahwa semua nabi selalu memegang tongkat setiap saat.
Demikian pula, tidak tepat menganggap tongkat sebagai atribut wajib seorang khalifah atau ulama.
Gambaran nabi atau khalifah dengan tongkat yang sering kita lihat dalam ilustrasi sejarah bisa saja menggambarkan salah satu kondisi tertentu, bukan berarti mereka sepanjang waktu berjalan sambil membawa tongkat.
BACA JUGA: Mengapa Tongkat Nabi Musa Didahulukan Sebelum Sepuluh Perintah Allah?
7. Tongkat Bukan Simbol Kesaktian
Kadang-kadang muncul anggapan bahwa tongkat para nabi memiliki kekuatan khusus.
Padahal, mukjizat bukan berasal dari benda itu sendiri. Allah-lah yang memberikan mukjizat kepada para nabi.
Tongkat Nabi Musa menjadi mukjizat karena kehendak dan kekuasaan Allah, bukan karena tongkat tersebut mempunyai kekuatan independen.
Ini penting agar kita tidak keliru memahami kisah mukjizat para nabi.
Jadi, Kenapa Mereka Sering Memegang Tongkat?
Jawabannya cukup sederhana: tongkat adalah benda yang sangat berguna pada kehidupan zaman dahulu, terutama untuk berjalan, bepergian, menggembala, dan dalam beberapa keadaan menopang tubuh ketika berdiri.
Dalam kasus Nabi Musa, tongkat juga menjadi bagian dari mukjizat yang Allah berikan kepadanya.
Sementara itu, penggunaan tongkat oleh Rasulullah ﷺ dalam beberapa kesempatan menunjukkan bahwa benda tersebut memang dikenal dalam kehidupan masyarakat saat itu.
Jadi, ketika melihat gambaran nabi, khalifah, atau ulama zaman dahulu memegang tongkat, jangan langsung menganggap tongkat itu sebagai simbol khusus. Sering kali jawabannya justru sederhana: karena tongkat memang alat yang berguna pada zamannya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


