Menjaga Tubuh Adalah Bentuk Syukur

5 Min Read

ADA masa ketika kita begitu sibuk mengejar kehidupan.
Mengejar pekerjaan.
Mengejar kebutuhan keluarga.
Mengejar target.
Mengejar banyak hal yang kita anggap penting.

Sampai kita lupa satu hal.
Ada tubuh yang setiap hari menemani semua perjalanan itu.

Ia bekerja ketika kita bekerja.
Ia berjalan ketika kita berjalan.
Ia terjaga ketika kita begadang.
Ia tetap bergerak meskipun kita sering mengabaikannya.

Kita baru benar-benar menyadari keberadaannya ketika tubuh mulai lelah.

Ketika punggung terasa berat.
Ketika kepala sering terasa tidak nyaman.
Ketika tidur tidak lagi nyenyak.
Ketika bangun pagi, tetapi rasanya belum benar-benar beristirahat.

BACA JUGA:  Tidak Olahraga, Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?

Saat itulah kita mulai bertanya.
“Kenapa tubuh saya seperti ini?”

Padahal mungkin tubuh sudah lama memberi tanda.
Hanya saja kita terlalu sibuk untuk mendengarkan.
Tubuh sebenarnya tidak banyak meminta.
Ia hanya ingin dirawat.
Ingin diberi makanan yang baik.
Ingin cukup istirahat.
Ingin digerakkan.
Ingin mendapatkan ketenangan.

Dan sesekali ingin kita berhenti sejenak.

Menarik napas.

Kemudian menyadari bahwa masih banyak nikmat yang selama ini kita anggap biasa.

Mata yang masih bisa melihat.
Telinga yang masih bisa mendengar.
Kaki yang masih mampu melangkah.
Tangan yang masih bisa bekerja.
Jantung yang masih berdetak tanpa pernah kita perintah.

Bukankah semua itu adalah nikmat?
Bukankah semua itu adalah amanah?

Allah memberikan tubuh ini bukan untuk kita abaikan.

Tubuh ini adalah titipan.
Karena itu, merawat tubuh sebenarnya bukan sekadar tentang ingin sehat.
Ada rasa syukur di dalamnya.
Syukur yang diwujudkan melalui tindakan.
Salah satu bentuk ikhtiar yang dikenal dalam tradisi pengobatan Islam adalah bekam.
Bekam telah dikenal sejak masa Rasulullah ﷺ dan terdapat riwayat mengenai praktik bekam.

Bagi sebagian orang, bekam menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga kebugaran dan kesehatan.

Namun ikhtiar tetap membutuhkan ilmu.
Bekam bukan obat untuk segala penyakit.
Bekam juga tidak menggantikan pemeriksaan dan pengobatan medis ketika seseorang membutuhkannya.
Justru di situlah kita belajar.
Bahwa menjaga kesehatan membutuhkan keseimbangan.

Menggunakan ikhtiar yang tepat.

Mengetahui kondisi tubuh.
Memilih tempat dan praktisi yang memperhatikan keamanan serta kebersihan.
Dan tidak ragu mencari bantuan medis ketika diperlukan.
Sebab kesehatan bukan hanya tentang menghilangkan keluhan.

Kesehatan juga tentang belajar mendengarkan tubuh sebelum tubuh benar-benar meminta kita berhenti.
Mungkin hari ini kita belum sakit.
Tetapi bukan berarti tubuh tidak membutuhkan perhatian.
Mungkin hari ini kita masih kuat.
Tetapi bukan berarti kita boleh terus memaksakan diri.
Mungkin hari ini kita masih mampu bekerja dari pagi sampai malam.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

Tetapi suatu hari tubuh bisa berkata,
“Sekarang giliran saya yang ingin diperhatikan.”

Jangan sampai kita baru menghargai kesehatan setelah kehilangannya.
Jangan sampai kita baru merindukan tubuh yang sehat ketika sakit sudah datang.
Karena sering kali kesehatan terasa mahal bukan karena harganya.

Tetapi karena kita baru menyadari nilainya setelah tidak memilikinya.
Maka mulai hari ini.
Cobalah lebih sayang kepada tubuh sendiri.
Tidurlah dengan cukup.

Perhatikan makanan.
Bergeraklah.
Kelola pikiran.

Luangkan waktu untuk beristirahat.

Dan ketika membutuhkan ikhtiar kesehatan, lakukan dengan ilmu dan cara yang aman.

Termasuk bekam, bila sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
Niatkan bukan sekadar ingin merasa lebih baik.
Tetapi sebagai bagian dari menjaga amanah Allah.
Sebab kita masih membutuhkan tubuh ini untuk banyak hal.
Untuk sujud yang lebih panjang.
Untuk memeluk orang tua.
Untuk menemani pasangan.
Untuk bermain bersama anak.
Untuk bekerja mencari nafkah.
Untuk membantu sesama.
Untuk melakukan lebih banyak kebaikan.

Maka merawat tubuh bukan hanya tentang diri sendiri.

BACA JUGA:  Tidak Olahraga, Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?

Ada orang-orang yang masih membutuhkan kita.
Ada keluarga yang ingin melihat kita sehat.
Ada ibadah yang ingin kita jalani.
Ada kebaikan yang masih ingin kita lakukan.
Dan selama Allah masih memberikan kesempatan.

Rawatlah tubuh ini.
Dengan ilmu.
Dengan ikhtiar.
Dengan kesadaran.
Dan dengan doa.

Karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu berakhir.

Tubuh ini milik Allah.
Kita hanya dipercaya untuk menjaganya.
Maka menjaga tubuh adalah bentuk syukur.
Merawatnya adalah bentuk amanah.

Dan berikhtiar untuk sehat adalah salah satu cara kita menghargai nikmat yang selama ini sering kita anggap biasa. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *