NABI Isa akan turun kembali ke bumi menjelang Hari Kiamat. Kedatangannya bukan untuk membawa syariat baru, melainkan untuk menegakkan kebenaran dan menjalankan syariat Nabi Muhammad ﷺ.
Namun ada satu hal yang perlu diluruskan terlebih dahulu. Nabi Isa memang membunuh Dajjal, tetapi Ya’juj dan Ma’juj tidak dibunuh oleh Nabi Isa. Setelah Nabi Isa dan orang-orang beriman berlindung di Gunung Thur, Allah sendiri membinasakan Ya’juj dan Ma’juj dengan mengirimkan penyakit atau ulat yang menyerang leher mereka. Hal ini disebutkan secara jelas dalam hadis panjang riwayat Muslim.
Lalu, apa yang dilakukan Nabi Isa setelah itu?
1. Memimpin dengan Keadilan
Tugas Nabi Isa setelah turun ke bumi bukan menjadi nabi dengan syariat baru. Ia akan menjadi hakim yang adil dan memutuskan perkara berdasarkan syariat Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh putra Maryam akan turun kepada kalian sebagai hakim yang adil…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ini menjadi penegasan bahwa ketika Nabi Isa turun, syariat Nabi Muhammad ﷺ tetap menjadi syariat yang berlaku.
BACA JUGA: Di Mana Nabi Isa Kelak Membunuh Dajjal?
2. Menghancurkan Simbol Kesyirikan dan Meluruskan Akidah
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Nabi Isa akan mematahkan salib.
Rasulullah ﷺ bersabda: “…ia akan mematahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Para ulama menjelaskan bahwa turunnya Nabi Isa menjadi bukti nyata bahwa ajaran yang benar tentang dirinya adalah sebagaimana yang dibawa Islam: ia adalah hamba dan rasul Allah, bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.
Karena itu, kedatangannya menjadi penegasan terhadap tauhid.
3. Membunuh Dajjal
Sebelum menghadapi Ya’juj dan Ma’juj, Nabi Isa terlebih dahulu menghadapi Al-Masih Ad-Dajjal.
Rasulullah ﷺ bersabda: “…ia akan mencari Dajjal hingga mendapatkannya di pintu Ludd, lalu membunuhnya.” (HR. Muslim).
Dengan kematian Dajjal, berakhir salah satu fitnah terbesar yang pernah terjadi di muka bumi.
4. Menjadi Sebab Hilangnya Permusuhan
Setelah fase fitnah besar tersebut, kehidupan manusia mengalami keadaan yang jauh lebih baik.
Rasulullah ﷺ bersabda: “…akan hilang permusuhan, kebencian, dan kedengkian…” (HR. Muslim).
Ini menunjukkan bahwa tugas Nabi Isa bukan sekadar menghadapi musuh secara fisik. Kehadirannya juga menjadi bagian dari fase ketika keadilan, keamanan, dan ketenteraman kembali memenuhi kehidupan manusia.
5. Membawa Keadaan Ekonomi yang Makmur
Salah satu gambaran menarik dalam hadis adalah melimpahnya harta.
Rasulullah ﷺ bersabda: “…dan harta akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menggambarkan betapa makmurnya keadaan manusia pada masa tersebut. Bahkan sedekah atau harta yang ditawarkan tidak lagi mudah menemukan orang yang membutuhkannya.
Namun, kemakmuran itu bukan tujuan utama. Ia merupakan salah satu buah dari kondisi masyarakat yang berada dalam keadilan dan ketaatan.
6. Menegakkan Islam, Bukan Membawa Agama Baru
Ini poin yang sangat penting.
Nabi Isa tidak turun untuk membuat agama baru. Ia turun sebagai seorang nabi Allah yang membenarkan kebenaran Islam dan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ.
Karena itu, hadis tentang turunnya Nabi Isa justru menunjukkan kesinambungan risalah Islam hingga mendekati akhir zaman.
BACA JUGA: Berapa Jarak Waktu antara Nabi Isa pada Rasulullah?
7. Setelah Itu, Nabi Isa Akan Wafat
Nabi Isa bukan manusia yang akan hidup selamanya di dunia.
Ia akan menjalani kehidupan sebagaimana manusia, kemudian Allah akan mewafatkannya.
Adapun berbagai riwayat tentang berapa lama Nabi Isa akan tinggal setelah turun memiliki beberapa perbedaan dalam redaksi dan derajat riwayat. Karena itu, angka tertentu sebaiknya tidak dipastikan tanpa menjelaskan sumber dan perbedaan riwayatnya.
Kesimpulan
Jadi, setelah Dajjal dikalahkan dan Ya’juj-Ma’juj dibinasakan oleh Allah, Nabi Isa tidak kemudian “pensiun” dari tugasnya.
Ia akan menjalankan peran sebagai pemimpin yang adil, menegakkan syariat Nabi Muhammad ﷺ, mematahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, serta menjadi bagian dari masa ketika permusuhan dan kedengkian berkurang dan harta melimpah.
Dan yang paling penting, Ya’juj dan Ma’juj bukan dibunuh oleh Nabi Isa. Allah sendiri yang membinasakan mereka. Ini berdasarkan hadis sahih dalam Shahih Muslim.
Kisah turunnya Nabi Isa mengingatkan kita bahwa menjelang akhir zaman pun, kemenangan akhir bukan berada di tangan Dajjal, Ya’juj-Ma’juj, atau kekuatan manusia, melainkan di tangan Allah yang Mahakuasa. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

