Apakah Buah Durian Sudah Ada pada Zaman Rasulullah ﷺ?

4 Min Read
Foto: Freepik

DURIAN dikenal sebagai raja buah di Asia Tenggara. Aromanya tajam, kulitnya berduri, dan rasanya khas. Ada yang sangat menyukainya, tetapi ada pula yang langsung menutup hidung ketika mencium baunya.

Namun, pernahkah kita bertanya, apakah buah durian sudah ada pada zaman Rasulullah ﷺ, sekitar 14 abad yang lalu? Apakah beliau pernah melihat, mencium aroma, atau bahkan mencicipi buah berduri ini?

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat dua hal: sejarah asal-usul durian dan catatan tentang makanan yang dikenal di Jazirah Arab pada masa itu.

Durian Sudah Ada Sejak Zaman Kuno

Durian bukan buah yang baru muncul pada zaman modern. Buah ini berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pohon durian tumbuh liar di hutan-hutan tropis jauh sebelum munculnya perkebunan durian seperti sekarang.

BACA JUGA: 5 Jenis Air Susu Hewan yang Bisa Dikonsumsi

Bahkan, publikasi dari Kementerian Pertanian Indonesia menyebutkan bahwa durian telah dikenal di Asia Tenggara sejak sekitar abad ke-7 Masehi. Artinya, buah ini kemungkinan besar sudah ada ketika Rasulullah ﷺ hidup pada abad ke-6 hingga ke-7 Masehi.

Namun, ada hal yang perlu dibedakan: durian sudah ada di Asia Tenggara bukan berarti Rasulullah ﷺ pernah memakannya.

Apakah Durian Dikenal di Jazirah Arab?

Rasulullah ﷺ hidup di Makkah dan Madinah, sedangkan durian merupakan buah khas wilayah tropis Asia Tenggara. Tidak ada catatan sahih yang diketahui menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah melihat, mencium, atau memakan durian.

Banner Selang Keran Pipa Air

Perdagangan jarak jauh memang sudah berlangsung pada masa itu. Namun, keberadaan jalur perdagangan tidak cukup untuk membuktikan bahwa durian pernah dibawa sampai ke Makkah atau Madinah.

Karena itu, kita tidak bisa memastikan apakah masyarakat Arab pada masa Rasulullah ﷺ mengenal buah berduri dengan aroma tajam ini.

Mengapa Durian Tidak Disebut dalam Hadis?

Hadis-hadis tentang makanan Rasulullah ﷺ menyebut sejumlah jenis makanan, seperti kurma, madu, susu, dan beberapa buah yang dikenal di lingkungan Arab. Durian tidak termasuk buah yang disebut secara jelas dalam riwayat-riwayat tersebut.

Akan tetapi, tidak disebutkannya suatu buah dalam hadis bukan berarti buah itu belum ada di dunia. Hadis bukanlah katalog lengkap seluruh jenis makanan yang tumbuh di berbagai negeri pada masa Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA: Jeruk: Buah Klasik yang Tak Pernah Ada Kata Pamit

Jadi, tidak tepat jika kita menyimpulkan bahwa durian belum ada hanya karena namanya tidak ditemukan dalam hadis.

Kesimpulan

Ya, sangat mungkin buah durian sudah ada pada zaman Rasulullah ﷺ, terutama di wilayah asalnya, yaitu Asia Tenggara. Sejumlah sumber pertanian dan sejarah menunjukkan bahwa durian telah dikenal di kawasan ini sejak berabad-abad lalu.

Namun, apakah Rasulullah ﷺ pernah mencicipinya? Kita belum memiliki bukti sejarah yang dapat memastikan hal tersebut.

Jadi, kalau hari ini kita menikmati durian yang legit dan harum—atau justru menyengat bagi sebagian orang—kita boleh membayangkan bahwa buah ini mungkin sudah tumbuh di hutan-hutan Nusantara ketika Rasulullah ﷺ masih hidup. Tetapi, jangan sampai membayangkan beliau makan durian lalu menyebutnya sebagai fakta sejarah tanpa dalil yang jelas. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *