Hadist Jangan Berbohong

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: AI / Islampos Media

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (I/384); al-Bukhâri (no. 6094) dan dalam kitab al-Adabul Mufrad (no. 386); Muslim (no. 2607 (105)); Abu Dawud (no. 4989); At-Tirmidzi (no. 1971); Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (VIII/424-425, no. 25991); Ibnu Hibban (no. 272-273-at-Ta’lîqâtul Hisân); Al-Baihaqi (X/196); Al-Baghawi (no. 3574); At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”
Referensi : https://almanhaj.or.id/12601-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong-2.html

BACA JUGA: Hadist Riyadhus Shalihin: Dibangkitkan Berdasarkan Niat Masing-masing

Kejujuran bukan sekadar sikap manis dalam pergaulan, tapi fondasi utama dalam iman. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah prinsip hidup yang sangat tegas melalui hadis dari ‘Abdullâh bin Mas‘ûd radhiyallahu ‘anhuma: “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur…” hingga beliau menjelaskan bahwa kejujuran akan mengantarkan ke Surga dan dusta akan menuntun ke Neraka. Hadis ini bukan hanya nasihat etika, tapi peta jalan spiritual bagi setiap muslim.

Para ulama salaf sangat menekankan posisi kejujuran sebagai akar semua kebaikan. Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata bahwa kejujuran adalah “tiang agama”, jika ia roboh maka robohlah agama seseorang. Menurut beliau, dosa yang dilakukan secara terbuka memang berbahaya, tetapi dosa yang dibungkus dengan kebohongan jauh lebih mematikan hati.

Sufyân ats-Tsaurî rahimahullah menegaskan bahwa amal tanpa kejujuran seperti jasad tanpa ruh. Seseorang bisa rajin shalat, banyak membaca Al-Qur’an, bahkan bersedekah, namun jika lisannya terbiasa berdusta, maka amal-amal tersebut terancam kehilangan cahaya dan keberkahan. Kejujuran adalah yang menjadikan amal itu hidup dan bernilai di sisi Allah.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa as-shidq (kejujuran) adalah maqam tertinggi setelah kenabian. Ia mengatakan bahwa seluruh tingkatan iman dibangun di atas kejujuran: jujur dalam niat, jujur dalam ucapan, dan jujur dalam perbuatan. Tanpa itu, seseorang akan terus berada dalam kegelisahan batin, walaupun di hadapan manusia terlihat baik.

Sebaliknya, dusta selalu menjadi pintu pembuka kejahatan. Abdullah bin Mubarak rahimahullah pernah berkata bahwa dosa kecil yang disertai kejujuran lebih dekat kepada taubat, sedangkan dosa yang ditutupi dengan kebohongan akan melahirkan dosa-dosa baru. Dusta membuat hati terbiasa berkhianat pada kebenaran.

BACA JUGA: Hadist Riyadhus Shalihin: Tak Ada Hijrah setelah Fathu Mekkah

Hadis ini mengajarkan bahwa kejujuran adalah perjalanan, bukan pilihan sesaat. Siapa pun yang melatih dirinya untuk memilih jujur, meski berat, akan Allah angkat derajatnya dan dicatat sebagai orang-orang yang ash-shiddiqîn. Sebaliknya, siapa yang meremehkan dusta dalam perkara kecil, ia sedang menyiapkan jalannya sendiri menuju kehancuran.

Kejujuran menyelamatkan di dunia dan akhirat. Dusta menenangkan sesaat, tapi menghancurkan selamanya.  []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *