DALAM perjalanan haji Wada’, Aisyah r.a. tiba-tiba mengalami haid ketika sudah memasuki Mekah. Ia sangat sedih karena merasa tidak dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. Dengan suara lirih ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah haid.”
Rasulullah ﷺ menenangkan hatinya, “Ini adalah sesuatu yang Allah tetapkan bagi putri-putri Adam.” Beliau menegaskan bahwa haid bukan kesalahan, bukan kekurangan, dan tidak mengurangi kemuliaan seorang wanita.
Beliau kemudian memerintahkan Aisyah r.a. untuk melakukan semua amalan haji sebagaimana para jamaah lainnya, kecuali tawaf di Ka’bah sampai ia suci kembali.
Setelah selesai haji, Aisyah masih merasa kehilangan karena tidak sempat melaksanakan umrah seperti jamaah lain. Rasulullah ﷺ, dengan kasih sayang, memerintahkan saudaranya, Abdurrahman bin Abu Bakar, untuk menemani Aisyah ke Tan’im agar ia dapat menunaikan umrah khusus.
Kisah ini menegaskan bahwa syariat Islam memberi kemudahan, bukan beban, serta menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap perasaan dan kehormatan wanita. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
