DIKISAHKAN bahwa Kisra, raja Persia, suatu ketika melakukan perjalanan dan singgah di sebuah rumah milik rakyatnya. Tuan rumah menyambutnya dengan penuh hormat dan menyuguhkan apa yang ia miliki.
Di antara hidangan yang disajikan, terdapat susu sapi yang sangat banyak dan segar. Kisra meminumnya dan merasa heran melihat limpahan air susu dari sapi milik orang sederhana itu.
Namun keesokan harinya, ketika sapi itu hendak diperah kembali, air susunya tiba-tiba mengering. Sapi yang sama, pakan yang sama, dan perawatan yang sama—tetapi tidak setetes susu pun keluar.
Kisra terkejut dan menanyakan hal itu kepada tuan rumah. Orang itu terdiam sejenak, lalu berkata dengan hati-hati,
“Wahai Raja, semalam aku melihat engkau memandangi sapi itu dengan pandangan yang tidak biasa. Aku khawatir dalam hatimu terlintas niat untuk mengambilnya.”
Kisra tersentak. Ia menyadari bahwa niat buruk memang sempat terlintas dalam hatinya, meski belum ia ucapkan dan belum ia lakukan.
Maka Kisra pun berkata, “Engkau benar. Aku telah berniat buruk, meski belum berbuat. Aku menyesal dan mencabut niat itu.”
Setelah Kisra mengurungkan niatnya dan memohon ampun, sapi itu kembali diperah. Air susunya pun mengalir kembali seperti semula.
Dari peristiwa itu, Kisra memahami bahwa kezaliman bermula dari niat, dan bahwa keberkahan dapat dicabut bahkan sebelum kezaliman itu terwujud dalam perbuatan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
