MALAIKAT adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya dan termasuk perkara gaib yang tidak dapat dijangkau oleh pancaindra manusia. Secara umum, manusia tidak mampu melihat malaikat dalam bentuk aslinya. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah manusia sama sekali tidak bisa melihat malaikat? Atau adakah pengecualian yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ?
Melihat Malaikat dalam Bentuk Aslinya
Para ulama sepakat bahwa melihat malaikat dalam bentuk aslinya adalah perkara yang sangat jarang dan hampir tidak pernah terjadi, kecuali pada Nabi Muhammad ﷺ. Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa manusia selain Nabi ﷺ pernah melihat malaikat dalam rupa aslinya.
Dalam hadits-hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melihat Malaikat Jibril ‘alaihis salam dalam bentuk aslinya sebanyak dua kali. Ketika itu, Nabi ﷺ terperanjat dan terkesima oleh besarnya ciptaan Allah tersebut. Jibril memiliki enam ratus sayap yang memenuhi cakrawala, sebuah pemandangan yang luar biasa dan di luar kemampuan manusia biasa untuk menyaksikannya tanpa izin Allah.
Hal ini menunjukkan bahwa melihat malaikat dalam wujud asli bukanlah kemampuan manusia secara umum, melainkan kekhususan yang Allah berikan kepada Rasul-Nya.
Malaikat Menampakkan Diri dalam Wujud Manusia
Meskipun manusia tidak mampu melihat malaikat dalam bentuk aslinya, namun malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk manusia, dan dalam keadaan ini, manusia bisa melihat mereka.
Salah satu hadits paling masyhur adalah Hadits Jibril, yang diriwayatkan oleh Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu. Umar menceritakan bahwa suatu hari, seorang lelaki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam datang menemui Rasulullah ﷺ. Tidak tampak tanda-tanda perjalanan padanya, namun tidak seorang pun dari sahabat mengenalnya. Ia duduk di hadapan Nabi ﷺ dan bertanya tentang Islam, iman, dan ihsan. Setelah lelaki itu pergi, Rasulullah ﷺ menjelaskan kepada Umar bahwa orang tersebut adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kepada para sahabat (HR. Muslim).
Dalam peristiwa ini, para sahabat melihat Jibril dalam bentuk manusia, tanpa menyadari hakikatnya hingga Rasulullah ﷺ menjelaskannya.
Sahabat Melihat Malaikat di Medan Perang
Contoh lain diriwayatkan oleh Sa‘d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata bahwa pada Perang Uhud, ia melihat dua orang berpakaian putih di sisi kanan dan kiri Rasulullah ﷺ yang berperang dengan sangat gagah untuk melindungi beliau. Sa‘d menegaskan bahwa ia tidak pernah melihat kedua orang tersebut sebelumnya maupun sesudahnya. Dalam riwayat disebutkan bahwa dua sosok tersebut adalah malaikat (HR. Muslim).
Peristiwa ini menunjukkan bahwa malaikat dapat dilihat oleh manusia ketika Allah mengizinkan mereka menampakkan diri dalam wujud yang bisa dilihat.
Penjelasan Ulama
Al-Imam As-Suyuthi رحمه الله menukil perkataan Imam An-Nawawi رحمه الله bahwa dari hadits-hadits ini dapat dipahami: melihat malaikat tidak hanya khusus bagi para nabi, tetapi juga bisa terjadi pada para sahabat dan para wali Allah. Bahkan, malaikat tidak hanya turun dan terlihat pada Perang Badar saja, melainkan juga pada peristiwa-peristiwa lain sesuai kehendak Allah.
Contoh lainnya adalah ketika Malaikat Jibril menampakkan diri kepada Maryam ‘alaihas salam dalam bentuk seorang lelaki sempurna. Demikian pula hadits tentang malaikat yang datang menguji seorang yang botak, penderita kusta, dan seorang buta—semuanya menunjukkan bahwa malaikat dapat hadir dalam rupa manusia.
BACA JUGA: Pedagang Jujur yang Diselamatkan Malaikat
Kesimpulan
Dari penjelasan hadits dan pendapat ulama, dapat disimpulkan bahwa:
- Manusia tidak mampu melihat malaikat dalam bentuk aslinya, kecuali Nabi Muhammad ﷺ.
- Malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk manusia, dan dalam kondisi ini, manusia bisa melihat mereka.
- Perkara melihat malaikat tetap termasuk wilayah gaib yang sepenuhnya bergantung pada izin dan kehendak Allah.
Seorang muslim hendaknya meyakini keberadaan malaikat sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa berlebih-lebihan dalam klaim atau spekulasi, karena urusan gaib adalah bagian dari iman yang harus disikapi dengan ilmu dan ketundukan kepada wahyu.
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

