BERITA tentang seseorang yang tega menghabisi keluarganya sendiri membuat hati siapa pun bergetar. Akal seolah tak sanggup menerima: bagaimana kasih yang semestinya menjadi tempat pulang, berubah menjadi tangan yang menghancurkan? Pertanyaan pun muncul: apakah ini sekadar krisis kemanusiaan, atau pertanda zaman sedang menuju akhir?
Hadis Nabi tentang Zaman Kekerasan
Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan jauh hari tentang masa ketika kekerasan merebak dan nyawa manusia terasa murah. Dalam hadis shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:
“Tidak akan terjadi kiamat hingga banyak terjadi haraj.”
Para sahabat bertanya, “Apa itu haraj, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.”
Para ulama menjelaskan, haraj bukan sekadar pembunuhan biasa, tetapi pembunuhan yang terjadi tanpa alasan yang benar, tanpa rasa takut kepada Allah, bahkan sering tanpa pelaku memahami mengapa ia membunuh.
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dunia tidak akan lenyap hingga pembunuh tidak tahu mengapa ia membunuh, dan yang terbunuh tidak tahu mengapa ia dibunuh.” (HR. Muslim)
Hadis ini terasa sangat relevan dengan tragedi hari ini. Banyak pelaku kejahatan berat bertindak dalam keadaan gelap batin, emosi tak terkendali, atau akal yang tertutup.
Rusaknya Ikatan Paling Dasar
Keluarga adalah benteng pertama akhlak. Ketika benteng ini runtuh, kerusakan menjadi berlipat. Rasulullah ﷺ juga menandai akhir zaman dengan rusaknya hubungan keluarga dan terputusnya silaturahmi. Dalam hadis shahih, beliau menyebutkan bahwa di antara tanda kiamat adalah tersebarnya kebakhilan, diikuti hawa nafsu, dan manusia lebih mementingkan dunia.
Imam an-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa ketika hawa nafsu menjadi pemimpin, akal dan iman akan menjadi pengikut. Pada titik inilah seseorang bisa melakukan perbuatan yang bertentangan dengan fitrah paling dasar, termasuk menyakiti orang yang paling dekat dengannya.
Pandangan Ulama Salaf
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani رحمه الله, ketika mensyarah hadis tentang haraj, menyebutkan bahwa banyaknya pembunuhan adalah tanda melemahnya agama, hilangnya rasa takut kepada Allah, dan rusaknya hati manusia. Menurut beliau, bukan sekadar jumlah korban yang menjadi tanda akhir zaman, tetapi juga ketiadaan penyesalan dan empati.
Ibnu Katsir رحمه الله dalam An-Nihayah fil Fitan wal Malahim menjelaskan bahwa di akhir zaman, manusia akan hidup dalam tekanan batin yang berat: fitnah bertubi-tubi, kebenaran dan kebatilan bercampur, serta setan menghiasi kejahatan seolah solusi. Dalam kondisi ini, orang yang tidak menjaga imannya sangat mudah terjerumus.
Sementara itu, Hasan al-Bashri رحمه الله berkata, “Jika Allah ingin menghukum suatu kaum, Dia cabut rasa malu dari hati mereka.” Hilangnya rasa malu dan kasih sayang inilah yang membuat kejahatan terasa biasa, bahkan terhadap keluarga sendiri.
Apakah Ini Tanda Akhir Zaman?
Jawabannya: iya, ini termasuk tanda-tandanya, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis shahih. Namun para ulama salaf mengingatkan, tanda akhir zaman bukan untuk ditakuti secara berlebihan, melainkan dijadikan peringatan agar iman diperkuat.
Imam Ahmad رحمه الله pernah berkata, “Ketika fitnah datang, keselamatan ada pada berpegang teguh pada Sunnah.” Artinya, di tengah rusaknya akhlak dan merajalelanya kekerasan, solusi utama bukan hanya hukum dan sistem, tetapi kembali kepada iman, ilmu, dan akhlak.
BACA JUGA: Dari Mana Saja Sumber Uang Haram di Akhir Zaman Ini?
Penutup: Cermin untuk Diri Kita
Tragedi keluarga bukan sekadar kisah orang lain. Ia adalah cermin keras bagi masyarakat. Ketika zikir ditinggalkan, doa tak lagi mengalir di rumah, dan agama hanya tinggal nama, maka rumah bisa berubah menjadi medan kehancuran.
Akhir zaman bukan hanya soal tanda-tanda besar di langit, tetapi kerusakan besar di hati manusia. Dan selama pintu taubat masih terbuka, jalan keselamatan tetap ada: kembali kepada Allah, menghidupkan iman dalam keluarga, dan menjaga hati agar tidak dikuasai oleh gelapnya hawa nafsu. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
