5 Dosa Besar yang Mengundang Azab di Akhir Zaman

5 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

RASULULLAH  ﷺ bukan hanya diutus untuk zamannya.
Beliau diutus sebagai pemberi peringatan hingga hari kiamat.
Karena itu, banyak hadits beliau yang terasa semakin nyata justru ketika manusia memasuki fase akhir zaman.

Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab, tentang lima perkara besar yang jika merajalela dalam suatu kaum, akan mengundang azab dunia sebelum azab akhirat.

Para ulama salaf menjelaskan, hadits ini bukan sekadar ancaman, tapi pola sunnatullah.
Siapa pun yang mengulang sebabnya, akan menuai akibatnya.

1. Zina dan Perbuatan Keji yang Dilakukan Terang-terangan

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika zina dan perbuatan keji dilakukan secara terbuka, maka akan muncul wabah dan penyakit yang tidak dikenal oleh generasi sebelumnya.

Ulama salaf menjelaskan, dosa zina bukan hanya merusak moral, tetapi merusak fitrah tubuh dan jiwa.

Al-Hasan Al-Bashri mengatakan bahwa dosa yang diumumkan adalah dosa yang mengundang murka Allah secara terbuka pula.
Karena rasa malu telah dicabut dari hati manusia.

Ibnul Qayyim menjelaskan, ketika zina merajalela, Allah mencabut keberkahan kesehatan.
Muncullah penyakit-penyakit aneh, lemah tubuh, rusaknya keturunan, dan wabah yang menyebar cepat.

Ini sangat cocok dengan kondisi akhir zaman.
Maksiat dibanggakan.
Perzinaan dinormalisasi.
Lalu manusia heran, mengapa penyakit datang silih berganti.

BACA JUGA:  Azab bagi Anak Durhaka yang Tak Peduli kepada Orang Tua di Masa Tuanya

2. Kecurangan dalam Timbangan dan Takaran

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa kecurangan dalam muamalah akan dibalas dengan kekeringan, paceklik, dan penguasa yang zalim.

Ulama salaf menjelaskan, kezaliman dalam harta adalah kezaliman yang berdampak luas.
Ia tidak berhenti pada pelakunya, tapi menular ke seluruh sistem kehidupan.

Ibn Abbas berkata bahwa suatu negeri tidak akan makmur jika kejujuran hilang dari pasar-pasarnya.

Al-Fudhail bin Iyadh mengatakan, rusaknya penguasa sering kali merupakan cermin dari rusaknya rakyat.

Di akhir zaman, kecurangan tidak lagi hanya di pasar.
Ia ada dalam kontrak, laporan, pajak, timbangan digital, dan janji-janji palsu.
Maka wajar jika keberkahan ekonomi dicabut.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

3. Menolak Membayar Zakat

Zakat adalah pembersih harta dan penyangga keberkahan langit.

Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa jika zakat ditolak, maka hujan akan ditahan, dan jika bukan karena binatang ternak, niscaya hujan tidak akan turun sama sekali.

Ulama salaf menjelaskan, zakat bukan sekadar ibadah individual.
Ia adalah sistem keadilan sosial yang dijaga oleh Allah.

Umar bin Abdul Aziz berkata bahwa tidaklah kemiskinan menyebar kecuali karena zakat ditahan oleh orang-orang kaya.

Di akhir zaman, manusia takut miskin sehingga enggan berbagi.
Padahal justru karena enggan berbagi, keberkahan dicabut.

4. Melanggar Janji dan Perjanjian

Rasulullah ﷺ mengingatkan, jika suatu kaum mengkhianati perjanjian, Allah akan menjadikan musuh dari luar menguasai mereka dan merampas harta mereka.

Ulama salaf menjelaskan, janji adalah fondasi kepercayaan.
Ketika janji dihancurkan, Allah mencabut perlindungan-Nya.

Al-Auza’i berkata bahwa suatu umat akan terus berjaya selama amanah dijaga, meskipun mereka lemah dalam jumlah.

Di akhir zaman, pengkhianatan menjadi hal biasa.
Janji politik, perjanjian bisnis, bahkan janji antar sesama manusia sering dilanggar.
Maka Allah serahkan mereka kepada musuh-musuhnya.

BACA JUGA: Dosa-dosa Kecil yang Sering Diremehkan, Apa Saja? Hati-hati

5. Para Pemimpin Tidak Berhukum dengan Kitab Allah

Ini adalah poin paling berat.

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa jika para pemimpin mengabaikan hukum Allah, maka Allah akan menjadikan mereka saling bermusuhan.

Ulama salaf menjelaskan, hukum Allah bukan hanya hukum pidana, tapi nilai keadilan, amanah, dan kebenaran.

Ibn Taimiyah berkata bahwa keadilan adalah sebab tegaknya dunia, meskipun pelakunya kafir, dan kezaliman adalah sebab hancurnya dunia, meskipun pelakunya muslim.

Di akhir zaman, manusia lebih percaya pada hawa nafsu, logika sempit, dan kepentingan sesaat.
Akibatnya, perpecahan tak terhindarkan.

Penutup: Hadits Ini Adalah Cermin, Bukan Cerita

Para ulama salaf selalu berkata bahwa hadits-hadits tentang azab bukan untuk ditakuti saja, tapi untuk mengoreksi diri.

Jika tanda-tandanya ada pada kita, maka solusinya juga sudah ditunjukkan:
taubat, kejujuran, zakat, amanah, dan kembali kepada Al-Qur’an.

Karena akhir zaman bukan alasan untuk putus asa,
tetapi kesempatan terakhir untuk kembali kepada Allah sebelum semuanya ditutup.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *