10 Shalat yang Tidak Diterima oleh Allah

Yudi
By Yudi
6 Min Read

IMAM Hasan al-Bashri rahimahullâh pernah mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Barang siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim).

Kemudian Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa: “10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya:

1. Lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.

Shalat adalah munajat kepada Allah yang dibangun dengan bacaan dan dzikir, maka shalat tanpa bacaan mencerminkan kelalaian terhadap rukun dan ruh ibadah itu sendiri. Ulama menjelaskan bahwa bacaan dalam shalat bukan sekadar formalitas lisan, tetapi sarana menghadirkan hati dan ketundukan. Ketika shalat dilakukan tanpa bacaan, ia kehilangan makna, kekhusyukan, dan tujuan utama shalat sebagai penghubung hamba dengan Rabb-nya.

BACA JUGA: Mengapa Harus Shalat Dhuha?

2. Lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

Shalat dan zakat adalah dua ibadah yang hampir selalu digandengkan dalam Al-Qur’an, menandakan keduanya tidak dapat dipisahkan. Shalat tanpa zakat menunjukkan ketimpangan antara ibadah ritual dan kepedulian sosial. Para ulama salaf menegaskan bahwa zakat adalah bukti kejujuran shalat, karena ia membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir yang merusak iman.

3. Lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

Imam dalam shalat seharusnya menjadi pemersatu, bukan sumber kebencian dan kegelisahan. Jika makmum membenci imam karena akhlaknya, kezalimannya, atau sikap buruknya, maka hal itu menunjukkan cacat dalam kepemimpinan spiritual.

Ulama menekankan bahwa kepantasan menjadi imam tidak hanya diukur dari bacaan, tetapi juga dari akhlak dan kelayakan di mata jamaah.

4. Lelaki yang melarikan diri.

Melarikan diri dari tanggung jawab, amanah, atau kewajiban yang telah dibebankan merupakan tanda lemahnya iman dan keberanian moral. Dalam pandangan Islam, lari dari kewajiban—terutama dalam kondisi genting atau saat dibutuhkan—adalah pengkhianatan terhadap amanah.

Sikap ini merusak tatanan sosial dan menunjukkan ketidakjujuran dalam komitmen kepada Allah dan manusia.

https://shopee.co.id/product/1343674864/26985381870?d_id=a86d2&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOTdVVlFhT280cmNvdzh2QnpMZEx5c1l1M3ZXMDdmSGFJd0MxVXJWZGtBUWtUWVVyT25TOFQ4VlZSMkxleDlWb3M5V2NVQnJNdUhBSXBtRWlIOStjZCtaNGJHSUV0MjhPZmFHai9ObXorMUJ3PQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54jqe8lc01l6&utm_campaign=id_ApUFzIw6QD&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8midw7ewvoy

5. Lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (taubat).

Minum arak adalah dosa besar yang merusak akal, iman, dan akhlak, namun yang lebih berbahaya adalah terus melakukannya tanpa keinginan untuk bertaubat.

Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang disertai sikap meremehkan dan enggan bertaubat jauh lebih berat daripada dosa yang disesali. Ketika hati menolak taubat, maka pintu hidayah semakin tertutup.

6. Perempuan yang suaminya marah kepadanya.

Kemarahan suami yang muncul karena pelanggaran hak, pembangkangan, atau sikap buruk istri menjadi perkara serius dalam Islam. Rumah tangga dibangun atas dasar saling menunaikan hak dan kewajiban, bukan semata perasaan.

Ulama menegaskan bahwa ridha Allah sangat terkait dengan keharmonisan rumah tangga selama kemarahan itu bukan karena kezaliman suami.

7. Perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung.

Menutup aurat adalah syarat sah shalat bagi perempuan, sehingga shalat tanpa tudung menunjukkan kelalaian terhadap batasan syariat. Ibadah yang agung tidak bisa dipisahkan dari adab dan ketaatan pada aturan Allah.

Para ulama salaf mengingatkan bahwa menjaga aurat dalam shalat adalah bentuk pengagungan terhadap Allah yang disembah.

8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.

Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah, bukan sarana kesombongan dan penindasan. Pemimpin yang zalim dan sombong telah mengkhianati tanggung jawab besar yang dipikulnya.

Ulama menyebut kezaliman pemimpin sebagai salah satu sebab rusaknya masyarakat, karena dampaknya meluas dan menghalangi tegaknya keadilan serta kebenaran.

9. Orang-orang yang suka makan riba’.

Riba adalah dosa besar yang menghancurkan keberkahan harta dan menumbuhkan ketidakadilan ekonomi. Orang yang terus-menerus memakan riba menunjukkan ketidakpedulian terhadap larangan Allah dan penderitaan sesama.

Para ulama salaf menyebut riba sebagai sebab kerasnya hati dan tertolaknya doa, karena ia berdiri di atas kezhaliman.

BACA JUGA: Akhir Waktu Shalat Maghrib, Kapankah Itu?

10. Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan munkar.

Hakikat shalat adalah mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar, sehingga ketika shalat tidak memberikan pengaruh moral, berarti ada yang rusak dalam pelaksanaannya.

Ulama menjelaskan bahwa shalat semacam ini kehilangan ruhnya karena tidak disertai keikhlasan dan kekhusyukan. Shalat yang benar akan memperbaiki akhlak sebelum memperindah gerakan.

Penutup

Kesepuluh golongan ini menjadi peringatan keras bahwa ibadah dalam Islam tidak cukup dengan bentuk lahiriah, tetapi harus melahirkan ketaatan, akhlak, dan tanggung jawab. Shalat, zakat, kepemimpinan, dan muamalah saling terhubung sebagai satu kesatuan iman.

Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah dan manusia secara bersamaan, maka ibadahnya akan hidup, diterima, dan membawa keselamatan di dunia serta akhirat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *