Mengapa Harus Shalat Dhuha?

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Azkia Karima Saefullah | Islampos Media

ADA waktu pagi yang sering terlewat.
Matahari sudah naik.
Aktivitas mulai ramai.
Namun langit masih terbuka.

Di situlah Dhuha hadir.
Bukan shalat wajib.
Tapi justru di situlah rahasianya.

### 1. Karena Dhuha Adalah Shalat Orang yang Kembali

Rasulullah bersabda,
“Tidak ada yang menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang kembali (kepada Allah).”
(HR. Ibnu Khuzaimah)

Ulama salaf menjelaskan,
yang dimaksud “kembali” adalah hati yang mudah rindu kepada Allah.
Hati yang cepat sadar.
Cepat menyesal.
Cepat pulang, meski sering salah jalan.

Shalat Dhuha bukan shalat orang sempurna.
Ia shalat orang yang ingin terus diperbaiki.

BACA JUGA: Shalat Dhuha Jam Berapa Sebaiknya? Ini Penjelasan Hadis Nabi dan Ulama Salaf

### 2. Karena Setiap Sendi Butuh Sedekah

Dalam hadis sahih disebutkan,
“Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap pagi.”
Dan Rasulullah menutupnya dengan kalimat,
“Semua itu bisa digantikan dengan dua rakaat Dhuha.”
(HR. Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan,
tubuh yang kita pakai bekerja adalah nikmat.
Bernafas adalah nikmat.
Bangun pagi adalah nikmat.

Dhuha adalah cara paling sederhana untuk berkata,
“Ya Allah, terima kasih… aku masih hidup hari ini.”

https://shopee.co.id/product/1343674864/26985381870?d_id=a86d2&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOTdVVlFhT280cmNvdzh2QnpMZEx5c1l1M3ZXMDdmSGFJd0MxVXJWZGtBUWtUWVVyT25TOFQ4VlZSMkxleDlWb3M5V2NVQnJNdUhBSXBtRWlIOStjZCtaNGJHSUV0MjhPZmFHai9ObXorMUJ3PQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54lvb6f302r9&utm_campaign=id_ApUFzIw6QD&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=ea3fcsw5itgf

### 3. Karena Dhuha Adalah Janji Kecukupan

Dalam hadis qudsi, Allah berfirman,
“Wahai anak Adam, tunaikan empat rakaat di awal siang,
niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu hingga akhir hari.”
(HR. Ahmad)

Ulama salaf memahami hadis ini dengan tenang.
Bukan janji kaya.
Tapi janji cukup.

Cukup hati.
Cukup rezeki.
Cukup sabar menghadapi hari yang panjang.

### 4. Karena Dhuha Melatih Ikhlas Tanpa Sorotan

Dhuha sering dikerjakan sendirian.
Tidak ada azan khusus.
Tidak ada yang menunggu di saf.

Imam Al-Ghazali menyebut,
amal tersembunyi adalah latihan paling jujur untuk hati.
Karena di sana tidak ada tepuk tangan.
Tidak ada pujian.
Hanya Allah dan hamba-Nya.

Dhuha mengajarkan:
beramal bukan karena dilihat,
tapi karena dibutuhkan jiwa.

### 5. Karena Rasulullah Tidak Pernah Meremehkannya

Aisyah meriwayatkan,
Rasulullah mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat,
dan menambahnya sesuai kehendak Allah.
(HR. Muslim)

Ibnu Qayyim menjelaskan,
Rasulullah sangat selektif dalam amal sunnah.
Yang beliau jaga,
adalah yang dampaknya besar bagi hati dan kehidupan.

Dan Dhuha termasuk di dalamnya.

BACA JUGA: Lebih Utama Shalat Dhuha di Rumah atau di Kantor?

### Penutup: Dhuha Itu Bukan Soal Waktu, Tapi Arah

Shalat Dhuha bukan tentang sempat atau tidak.
Tapi tentang mau atau tidak.

Ia hadir di sela-sela dunia.
Di antara urusan.
Di tengah kesibukan.

Seolah Allah bertanya lembut,
“Di pagi yang sibuk ini,
masihkah Aku kau sisakan waktu?”

Jika jawabannya iya,
maka dua rakaat itu
bisa mengubah satu hari penuh.

Pelan.
Tenang.
Dan penuh berkah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *