Muslimah Perlu Tahu, Ini Tata Cara Mandi Junub untuk Wanita

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

MANDI junub (mandi wajib) merupakan kewajiban bagi setiap Muslimah ketika berada dalam keadaan hadats besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluar mani, atau setelah selesai haid dan nifas. Ibadah ini tidak boleh dilakukan sembarangan, karena menyangkut sah atau tidaknya shalat dan ibadah lainnya. Islam telah menjelaskan tata caranya secara rinci melalui hadits-hadits Nabi ﷺ yang shahih dan penjelasan para ulama salaf.

Pengertian Mandi Junub

Mandi junub adalah mandi untuk menghilangkan hadats besar dengan cara membasuh seluruh tubuh dengan air, disertai niat. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan jika kamu junub maka mandilah.”
(QS. Al-Ma’idah: 6)

Ayat ini menjadi dasar kewajiban mandi junub bagi laki-laki dan perempuan.

Dalil Hadits tentang Tata Cara Mandi Junub Wanita

Salah satu hadits paling shahih dalam menjelaskan mandi junub wanita adalah hadits dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata:

“Apabila Rasulullah ﷺ mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian menuangkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri untuk mencuci kemaluannya, lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela-nyela pangkal rambutnya, lalu menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh seluruh tubuhnya.”
(HR. Al-Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

BACA JUGA: Yang Tidak Boleh Dilakukan ketika Badan Masih dalam Keadaan Junub alias Belum Mandi Besar

Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha menjelaskan secara khusus mandi wanita, ketika Asma’ binti Syakal bertanya kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda:

“Ambillah air dan daun bidara (atau yang sejenisnya), lalu bersuci dengan sebaik-baiknya, kemudian tuangkan air ke kepalanya dan gosok hingga air mencapai pangkal rambutnya, lalu siramkan air ke seluruh tubuhnya.”
(HR. Muslim no. 332)

Hadits ini menjadi rujukan utama para ulama salaf dalam menjelaskan tata cara mandi junub wanita.

Tata Cara Mandi Junub untuk Wanita

Berdasarkan hadits-hadits shahih dan penjelasan ulama salaf, tata cara mandi junub bagi Muslimah adalah sebagai berikut:

1- Niat di dalam hati
Niat mandi junub dilakukan di dalam hati, tidak perlu dilafalkan. Niatnya adalah untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’ala.

2- Mencuci kedua telapak tangan
Disunnahkan mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.

3- Membersihkan kemaluan dan najis
Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.

4- Berwudhu seperti wudhu shalat
Berwudhu secara sempurna, kecuali kaki boleh ditunda hingga selesai mandi, sebagaimana dalam sebagian riwayat.

https://shopee.co.id/product/146266274/19989707042?affiliate_seller_voucher_token=8bCnE5QAm6iR2WjyYue2wtRa9DCMLatZPgassd7jTy&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkWVp3RFo3Mkw5czd4Z0hzdEF1WVFibmRNdmxzQ1libytWb1EyM01Ja0JSaG8rc1VQKzNRMklnUVFNQWR1MTE3WU5GWXAxd1VxWThXWS96dnI0QmhJbXREQWVIcjg4eW1ZU3ZVeXdKcWZlakhPaFptU2d3eVE1azBpTlVHN2VyaytNeEF2d3pmU2ZkajR3Uk41UHhhdVpvPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54kctt0m00ko&utm_campaign=id_9GGGTm4ed7&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8zwqcxepm8t

5- Menyiram dan menyela-nyela rambut
Wanita wajib memastikan air sampai ke pangkal rambut dan kulit kepala. Tidak wajib membuka kepangan rambut selama air dapat mencapai akarnya. Ini berdasarkan hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ketika ia bertanya:

“Wahai Rasulullah, aku adalah wanita yang mengepang rambut, apakah aku harus melepaskannya saat mandi junub?”
Beliau menjawab:
“Tidak, cukup engkau tuangkan air ke kepalamu tiga kali.”
(HR. Muslim no. 330)

6- Menyiram kepala tiga kali
Menuangkan air ke kepala sebanyak tiga kali secara merata.

7- Membasuh seluruh tubuh
Menyiram air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian kiri, hingga tidak ada satu bagian pun yang kering.

Penjelasan Ulama Salaf

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

“Yang wajib dalam mandi junub adalah niat dan mengalirkan air ke seluruh tubuh, termasuk rambut dan kulit.”
(Syarh Shahih Muslim)

BACA JUGA: Bagaimana Cara Mandi Wajib saat Sakit?

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

“Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam kewajiban mandi junub, kecuali pada rambut, di mana wanita cukup memastikan air sampai ke pangkalnya.”
(Al-Mughni)

Ini menunjukkan kemudahan syariat Islam yang tetap menjaga kesucian tanpa memberatkan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Sebagian Muslimah mengira mandi junub harus dengan membuka seluruh kepangan rambut meski air sudah sampai ke kulit kepala, atau cukup sekadar mengguyur tubuh tanpa memperhatikan niat dan meratanya air. Padahal, kesempurnaan mandi junub sangat berpengaruh pada sahnya ibadah setelahnya.

Penutup

Mandi junub adalah ibadah yang memiliki tuntunan jelas dari Rasulullah ﷺ. Dengan mengikuti hadits-hadits shahih dan pemahaman ulama salaf, seorang Muslimah dapat melaksanakan mandi junub dengan benar, tenang, dan sesuai sunnah. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga kesucian lahir dan batin. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *