MESKI hartanya memungkinkannya mengejar mimpi menjajah Mars,
mengalirkan dana besar ke kantong politisi seperti Presiden AS Donald Trump,
dan tak merasa berat membiayai lebih dari selusin anak,
kekayaan itu ternyata tak memberinya kebahagiaan.
“Siapa pun yang berkata ‘uang tak bisa membeli kebahagiaan’ benar-benar tahu apa yang ia ucapkan,”
tulis Elon Musk pada Rabu malam di X, platform yang dulu bernama Twitter, sebelum ia membelinya sekitar US$44 miliar pada 2022.
Unggahan itu disertai emoji wajah sedih.
Hingga Kamis pagi,
unggahan telah ditonton lebih dari 66 juta kali.
BACA JUGA: Triliuner Pertama Dunia: Elon Musk dan Bab Baru Kekayaan Dunia
Balasan pun berdatangan.
Ada simpati.
Ada pula ejekan.
Sebagian menyarankan ia mencari pelipur lara dalam agama atau filantropi.
“Memang uang memberi start yang lebih depan,”
tulis akun bernama Charmane Harbert,
menanggapi hubungan antara kekayaan dan kebahagiaan.
“Apakah kamu khawatir atap rumah anak-anakmu?”
“Tidak?”
“Maka berhentilah merajuk dan hitunglah nikmatmu.”
BACA JUGA: 10 Orang Terkaya di Dunia saat Ini, Siapa Aja?
Kekayaan bersih Musk tercatat sekitar US$668 miliar.
Akhir tahun lalu, pemegang saham Tesla ini menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja.
Sebagai CEO, nilainya bisa mencapai US$1 triliun.
Di bawah kendalinya berderet perusahaan besar.
Tesla, sang pembuat mobil listrik.
xAI, rintisan kecerdasan buatan.
Dan SpaceX, penjelajah angkasa. []
SUMBER: AFP
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

