Puasa-puasa Nonton Film Saru, Gimana Puasanya?

2 Min Read
Foto: Pexels

PUASA bukan hanya menahan lapar dan dahaga.
Puasa adalah menahan diri dari syahwat dan dosa.
Termasuk dosa mata dan pikiran.

Menonton film saru, penuh aurat dan adegan yang membangkitkan syahwat, jelas perbuatan haram.
Baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
Lalu bagaimana kalau itu dilakukan saat sedang puasa?

Secara hukum fikih, puasanya tetap sah selama tidak terjadi pembatal yang jelas.
Seperti makan, minum, atau keluarnya mani karena perbuatan langsung yang disengaja.
Kalau hanya menonton dan tidak sampai keluar mani, puasanya sah secara hukum.

BACA JUGA: Tidur sebelum Maghrib, Bangun setelah Waktu Sahur, Apakah Puasanya Sah?

Tapi jangan cepat merasa aman.
Sah belum tentu selamat.
Diterima belum tentu.

Ibnu Rajab pernah mengingatkan bahwa maksiat bisa menggerogoti pahala puasa.
Puasa itu perisai.
Kalau perisai itu dilubangi sendiri dengan dosa, apa gunanya?

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.
Artinya, inti puasa ada pada penjagaan diri.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Film saru merusak hati.
Mata menjadi liar.
Pikiran menjadi kotor.
Syahwat meningkat.
Dan sering kali berujung pada dosa lain.

Kalau sampai menonton itu menyebabkan keluar mani karena rangsangan yang disengaja, maka puasanya batal menurut mayoritas ulama.
Ia wajib mengganti puasanya di hari lain.
Ini bukan perkara ringan.

Sekarang jujur pada diri sendiri.
Kita sedang berpuasa karena Allah.
Tapi waktu luang justru dipakai untuk menantang larangan-Nya.

BACA JUGA: Buka Puasa, Mana Dulu: Makan Kurma, Minum Air Putih, atau Doa?

Ramadhan adalah bulan latihan.
Melatih mata untuk tunduk.
Melatih hati untuk bersih.
Melatih jiwa untuk sabar.

Kalau masih tergoda, hentikan aksesnya.
Hapus aplikasinya.
Jauhi pemicunya.
Isi waktu dengan hal yang lebih bersih.

Puasa itu bukan sekadar sah di atas kertas.
Puasa itu harus bernilai di sisi Allah.

Jangan biarkan lapar dan haus hanya jadi rutinitas.
Kalau maksiat tetap dipelihara, yang tersisa mungkin hanya rasa lelah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *