BAGI penderita hipertensi atau darah tinggi, momen berbuka puasa bukan sekadar melepas lapar dan haus. Ini adalah waktu yang sangat menentukan kestabilan tekanan darah. Salah memilih makanan bisa membuat tekanan darah melonjak drastis, bahkan memicu sakit kepala, jantung berdebar, hingga risiko stroke.
Menurut data dari World Health Organization, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung dan kematian dini di dunia. Karena itu, pola makan yang tepat, termasuk saat berbuka puasa, menjadi sangat penting.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka bagi penderita darah tinggi.
1. Gorengan
Gorengan memang menjadi “menu wajib” berbuka bagi banyak orang. Namun makanan yang digoreng dengan minyak banyak, apalagi minyak yang dipakai berulang kali, mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.
BACA JUGA: Gula Darah Tinggi Itu Berapa Sih?
Lemak jenis ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), mempersempit pembuluh darah, dan akhirnya menaikkan tekanan darah. Selain itu, gorengan juga sering mengandung garam tambahan yang memperburuk kondisi hipertensi.
2. Makanan Tinggi Garam
Garam adalah musuh utama penderita darah tinggi. Konsumsi natrium berlebihan membuat tubuh menahan cairan lebih banyak, sehingga tekanan dalam pembuluh darah meningkat.
Beberapa contoh makanan tinggi garam yang sebaiknya dihindari saat berbuka:
-
Mie instan
-
Makanan kalengan
-
Ikan asin
-
Keripik dan camilan kemasan
-
Saus dan sambal botolan
Organisasi seperti American Heart Association menganjurkan penderita hipertensi untuk membatasi asupan natrium maksimal sekitar 1.500 mg per hari.
3. Minuman Manis Berlebihan
Es sirup, es teh manis, atau minuman kemasan dengan kadar gula tinggi memang menggoda saat berbuka. Namun gula berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan dan resistensi insulin, yang dalam jangka panjang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah.
Lonjakan gula darah yang drastis setelah seharian berpuasa juga dapat membuat tubuh terasa lemas dan memicu stres metabolik.
4. Daging Berlemak dan Olahan
Sosis, nugget, kornet, atau daging berlemak tinggi biasanya mengandung kombinasi lemak jenuh dan garam yang cukup tinggi. Kombinasi ini sangat tidak ramah bagi penderita hipertensi.
Selain meningkatkan tekanan darah, konsumsi rutin makanan olahan juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
5. Makanan Bersantan Kental
Hidangan bersantan seperti gulai atau opor memang lezat, apalagi saat Ramadhan. Namun santan kental mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, makanan bersantan bisa meningkatkan kadar kolesterol dan memperburuk tekanan darah. Bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, tetapi porsinya perlu dibatasi.
Lalu, Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi?
Sebagai gantinya, penderita darah tinggi dianjurkan berbuka dengan:
-
Air putih untuk rehidrasi
-
Kurma dalam jumlah wajar
-
Buah segar seperti pisang atau pepaya
-
Sayuran rebus atau sup rendah garam
-
Protein sehat seperti ikan kukus atau ayam tanpa kulit
BACA JUGA: Ciri-ciri Seseorang yang Gula Darahnya Tinggi
Pola makan yang lebih seimbang dan rendah garam akan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil selama bulan puasa.
Berpuasa bukan penghalang untuk menjaga kesehatan, termasuk bagi penderita darah tinggi, justru bisa menjadi momentum memperbaiki pola makan.
Hindari gorengan, makanan tinggi garam, minuman manis berlebihan, daging olahan, dan makanan bersantan kental saat berbuka. Dengan pilihan yang lebih sehat, puasa tetap lancar dan tekanan darah tetap terkendali.
Menahan lapar itu ibadah, tetapi menjaga kesehatan juga bagian dari amanah. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

