Batas terakhir shalat Tarawih adalah sebelum masuk waktu Subuh.
Artinya, selama malam Ramadhan masih berlangsung dan belum terdengar adzan Subuh, maka waktu Tarawih masih ada. Karena Tarawih termasuk shalat malam (qiyamullail) yang dikerjakan setelah shalat Isya hingga terbit fajar.
Nabi ﷺ bersabda:
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir.”
(HR. Muhammad ﷺ)
Hadits ini menunjukkan bahwa batas akhir shalat malam — termasuk Tarawih — adalah sebelum Subuh.
Lebih Utama Dikerjakan Kapan?
Di awal malam (setelah Isya) → Ini yang biasa dilakukan berjamaah di masjid.
Di akhir malam (sepertiga terakhir) → Ini lebih utama bagi yang mampu, karena waktu tersebut penuh keutamaan.
Namun ingat, jangan sampai niat ingin di akhir malam malah membuat tidak shalat sama sekali karena ketiduran. Lebih baik dikerjakan di awal waktu daripada tertinggal.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Tarawih di Rumah?
Kalau kamu ingin serius memaksimalkan Ramadhan, atur strategi:
- Tarawih berjamaah di awal malam.
- Bangun untuk tahajud di akhir malam.
- Tutup dengan witir.
Intinya jelas: selama belum Subuh, masih boleh Tarawih.
Tapi jangan menunda tanpa alasan. Waktu Ramadhan itu singkat. Jangan sampai lewat begitu saja. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

