Puasa-puasa tapi Berbohong?

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: AI / Islampos Media

PUASA bukan sekadar menahan lapar.
Bukan hanya menahan haus.
Puasa adalah ibadah hati dan lisan.

Banyak orang kuat tidak makan.
Tapi lemah menjaga ucapan.
Masih mudah berdusta.
Masih ringan memutar fakta.

Padahal dusta bukan dosa kecil.
Ia merusak pahala.
Ia mengotori jiwa.

Dusta Menggerus Nilai Puasa

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Muhammad, diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

BACA JUGA: Puasa-puasa Nonton Film Saru, Gimana Puasanya?

Hadis ini keras.
Tegas.
Tidak ada basa-basi.

Artinya jelas.
Kalau lisan masih gemar bohong,
puasa kita terancam kosong dari pahala.

Bisa sah secara hukum.
Tapi kering nilainya.

Kenapa Orang Tetap Berbohong?

Kadang karena takut rugi.
Takut dimarahi.
Takut kehilangan keuntungan.

Kadang karena sudah jadi kebiasaan.
Bohong kecil dianggap wajar.
Padahal kecil yang diulang jadi besar.

https://s.shopee.co.id/14Qk9mkxt

Puasa seharusnya melatih kejujuran.
Karena tidak ada yang tahu kita benar-benar puasa atau tidak, kecuali Allah.
Jika saat sendiri saja kita jujur,
kenapa kepada manusia kita berani dusta?

Di sini letak ujian sebenarnya.

Puasa dan Integritas

Puasa membentuk integritas.
Menyatukan hati, lisan, dan perbuatan.

Orang yang benar puasanya akan malu untuk berdusta.
Ia sadar Allah mengawasi.
Ia takut pahala hilang sia-sia.

Kejujuran itu mahal.
Tapi dusta jauh lebih mahal akibatnya.
Ia menghancurkan kepercayaan.
Sekali orang tahu kita pembohong, sulit untuk dipercaya lagi.

Ramadhan adalah momen bersih-bersih diri.
Bukan hanya bersih perut.
Tapi bersih hati dan lisan.

Kalau masih sering berbohong saat puasa,
itu tanda ada yang salah dalam hati.
Jangan marah.
Evaluasi diri.

BACA JUGA: Puasa-puasa Main Judol, Gimana Puasanya?

Tanyakan pada diri sendiri.
Apa tujuan kita berpuasa?
Sekadar menahan lapar?
Atau ingin menjadi pribadi yang lebih jujur dan bertakwa?

Puasa sejati meninggalkan dosa.
Bukan hanya meninggalkan makan.

Kalau ingin puasa bernilai tinggi,
jaga lisan.
Jaga kejujuran.
Karena bisa jadi,
yang paling berat bukan menahan lapar,
tapi menahan diri untuk tidak berbohong. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *