Ramadhan yang Tak Menahan Diri dari yang Dilarang

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Freepik

DALAM Ihya Ulumuddin, dikisahkan dua orang wanita datang menghadap Rasulullah ﷺ. Saat itu keduanya sedang menjalankan puasa Ramadhan. Namun rasa lapar dan haus yang mereka tanggung begitu berat hingga hampir membuat mereka pingsan. Karena tak kuat menahan keadaan, mereka pun meminta izin untuk berbuka.

Alih-alih langsung mengizinkan, Rasulullah ﷺ meminta sebuah wadah, lalu bersabda, “Muntahkanlah ke dalam wadah ini apa yang telah kalian makan.”

Keduanya pun melaksanakan perintah tersebut. Dari mulut mereka keluar sesuatu yang mengerikan: darah dan potongan daging mentah.

Melihat itu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Kedua wanita ini berpuasa dari apa yang Allah halalkan bagi mereka, tetapi tidak berpuasa dari apa yang Allah haramkan. Mereka gemar mengumpat dan menggibah orang lain—padahal itu haram. Maka inilah daging manusia, saudara mereka sendiri, yang telah mereka makan.”

Kisah ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa sejati adalah menahan diri dari segala yang dilarang Allah. Sebab, menahan yang halal tetapi tetap melanggar yang haram, hanya menyisakan letih—tanpa makna []

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *