Malam yang Diabadikan Menjadi Nama Surat di Al-Qur’an

Nasrulloh Baksolahar
4 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

ADA malam-malam yang datang dan pergi begitu saja dalam hidup manusia. Ia berlalu seperti bayangan, tidak meninggalkan jejak selain kelelahan hari. Tetapi ada pula satu malam yang tidak pernah benar-benar pergi dari sejarah manusia. Malam itu diabadikan oleh langit, disebut dalam wahyu, bahkan menjadi nama sebuah surah dalam Al-Qur’an.

Itulah Lailatul Qadr.

Allah berfirman dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3:

> “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”

Para mufasir menyebut malam ini sebagai lailah mubārakah—malam yang dipenuhi keberkahan. Pada malam itulah Al-Qur’an mulai diturunkan sebagai peringatan bagi manusia, sebagai cahaya yang memisahkan antara jalan keselamatan dan jalan kebinasaan.

Jika kita membayangkan perjalanan wahyu itu, para ulama menjelaskan sebuah peristiwa agung yang terjadi di langit. Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfuzh menuju langit dunia, tepatnya ke Baitul ‘Izzah, pada satu malam yang penuh kemuliaan. Dari sana, wahyu kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril selama lebih dari dua puluh dua tahun.

Al-Qur’an sendiri menegaskan kemuliaan malam itu dalam Surah Al-Qadr:

> “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan.”

Lalu Allah seakan mengajak manusia merenung:

> “Tahukah engkau apakah malam kemuliaan itu?”

Pertanyaan ini bukan sekadar pertanyaan. Ia adalah cara Al-Qur’an menggugah hati manusia. Seakan Allah berkata: kalian tidak akan mampu sepenuhnya memahami keagungan malam ini.

Para ulama, para ilmuwan, bahkan para nabi pun tidak dapat menjangkau seluruh rahasia yang Allah sembunyikan di dalamnya. Malam itu adalah bagian dari rahasia langit.

Lalu Allah menjawab sendiri pertanyaan itu:

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

https://s.shopee.co.id/2Vlfst3K1Z

Seribu bulan berarti lebih dari delapan puluh tahun—lebih panjang dari rata-rata usia manusia. Artinya, satu malam yang diisi dengan iman dan ibadah dapat melampaui nilai seluruh umur manusia.

Mengapa malam ini begitu agung?

Karena pada malam itu cahaya hidayah pertama kali menyentuh bumi setelah berabad-abad manusia tenggelam dalam kegelapan kesyirikan dan kebingungan moral. Malam itu adalah titik balik sejarah manusia. Dari sana lahir syariat yang membebaskan manusia dari penindasan, dari penyembahan sesama makhluk, dan dari kekuasaan yang zalim.

Al-Qur’an juga menegaskan bahwa peristiwa turunnya wahyu terjadi di bulan yang istimewa, sebagaimana disebut dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

> “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”

Dengan demikian, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah bulan lahirnya petunjuk bagi umat manusia.

BACA JUGA:  4 Tanda Lailatul Qadr

Ada pula hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh para ulama seperti Ahmad ibn Hanbal, Al-Tabarani, dan Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa kitab-kitab samawi juga diturunkan pada bulan Ramadan: suhuf Nabi Ibrahim pada awal Ramadan, Taurat pada tanggal enam, Zabur pada tanggal dua belas, Injil pada tanggal delapan belas, dan Al-Qur’an pada tanggal dua puluh empat Ramadan.

Seakan-akan Ramadan adalah musim turunnya wahyu bagi umat manusia.

Karena itu para ulama mengatakan: malam Lailatul Qadr bukan sekadar malam ibadah. Ia adalah malam perjanjian antara langit dan bumi. Malam ketika manusia diingatkan kembali tentang tujuan hidupnya.

Maka pertanyaannya bukan lagi: di malam mana Lailatul Qadr terjadi?

Pertanyaan yang lebih dalam adalah:
apakah hati kita siap menyambut malam yang pernah mengubah sejarah manusia itu? []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *