LAILATUL Qadar adalah malam yang sangat agung dalam bulan Ramadhan. Malam ini lebih baik daripada seribu bulan. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Karena keutamaannya yang besar, kaum muslimin sangat berharap dapat berjumpa dengan malam tersebut. Lalu muncul pertanyaan: benarkah Lailatul Qadar hanya terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan?
BACA JUGA: Malam yang Diabadikan Menjadi Nama Surat di Al-Qur’an
Ada hadits yang sering dijadikan dasar bahwa Lailatul Qadar dicari pada malam-malam ganjil. Rasulullah ﷺ bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa malam ganjil memiliki kemungkinan yang lebih kuat. Karena itu banyak ulama menganjurkan memperbanyak ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
Namun para ulama juga menjelaskan bahwa Lailatul Qadar tidak pasti selalu jatuh pada malam ganjil saja. Malam tersebut bisa berpindah dari tahun ke tahun.
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata dalam Fathul Bari bahwa pendapat yang paling kuat adalah Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dan bisa berpindah-pindah.
Artinya, terkadang ia terjadi pada malam ganjil, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada malam genap.
Hikmah dari disembunyikannya waktu pasti Lailatul Qadar adalah agar kaum muslimin bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir. Bukan hanya fokus pada satu malam saja.
Karena itu Rasulullah ﷺ memberikan teladan. Ketika masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, beliau semakin meningkatkan ibadahnya.
BACA JUGA: Ciri-ciri Lailatul Qadar, Apa Saja?
Dalam sebuah hadits disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesimpulannya, malam ganjil memang lebih ditekankan untuk mencari Lailatul Qadar. Namun bukan berarti malam genap tidak mungkin. Sikap terbaik adalah memperbanyak ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dengan begitu peluang mendapatkan Lailatul Qadar menjadi lebih besar. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

