IMAM Al-Qusthalani (w 923 H/ 1517 M) adalah seorang ulama besar dalam tradisi Islam, yang dikenal luas dalam bidang hadis dan syarah (penjelasan) kitab-kitab hadis. Ia berasal dari Mesir dan hidup pada masa Dinasti Mamluk hingga awal kekuasaan Utsmaniyah.
Dalam tradisi tasawuf, hizib merupakan kumpulan doa, wirid, dan ayat-ayat Al-Qur’an yang disusun oleh para ulama untuk diamalkan secara rutin.
Dalam kitab Maraqi al-Ubudiyah, Imam Nawawi al-Bantani menukil amalan hizib dari Al-Qusthalani berupa anjuran membaca beberapa surat Al-Qur’an secara konsisten pada waktu pagi dan petang.
Membaca surat Asy-Syams dianjurkan agar seseorang dianugerahi kecerdasan dan pemahaman yang sempurna. Membaca surat Al-Lail bertujuan agar Allah memelihara dirinya dari tersingkapnya keburukan dan aib. Adapun membaca surat Al-Falaq dimaksudkan sebagai perlindungan dari gangguan dan kejahatan makhluk, sementara surat An-Nas dibaca agar terjaga dari berbagai cobaan serta gangguan setan.
Apabila amalan membaca surat Asy-Syams, Al-Lail, Al-Falaq, dan An-Nas ini dilakukan secara konsisten, maka disebutkan bahwa Allah akan melimpahkan rezeki kepadanya, sebagaimana turunnya air hujan yang terus-menerus dan membawa keberkahan.
Dengan demikian, rangkaian bacaan ini dapat dipahami sebagai bentuk hizib sederhana yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan, penjagaan diri, perlindungan spiritual, dan keluasan rezeki. []
Sumber: Nawawi Al-Bantani, Maraqi Al-Ubudiyah, Wali Pustaka, 2017
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

