JENGKOL adalah makanan yang cukup populer di Indonesia. Aromanya khas, rasanya unik, dan bagi sebagian orang justru sangat menggugah selera. Namun di balik kenikmatannya, jengkol menyimpan beberapa dampak yang perlu dipahami, baik dari sisi medis maupun pandangan para ulama.
Dari sisi medis, jengkol mengandung senyawa yang disebut asam jengkolat. Zat ini dapat mengkristal di saluran kemih jika dikonsumsi berlebihan. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kondisi yang dikenal sebagai “jengkolan”. Gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, hingga gangguan ginjal. Dalam kasus yang lebih serius, kristal tersebut bisa menyumbat saluran kemih dan menyebabkan gagal ginjal akut.
Selain itu, jengkol juga dapat menyebabkan bau mulut dan bau badan yang cukup menyengat. Hal ini disebabkan oleh kandungan sulfur di dalamnya. Bagi sebagian orang, efek ini bisa mengganggu interaksi sosial dan kenyamanan diri.
Meski begitu, jengkol tidak sepenuhnya buruk. Dalam jumlah wajar, jengkol mengandung protein, serat, dan beberapa mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Masalahnya bukan pada jengkol itu sendiri, tetapi pada cara dan jumlah konsumsinya.
Dari sudut pandang Islam, para ulama tidak mengharamkan jengkol. Artinya, hukum asalnya adalah halal. Namun, Islam sangat menekankan prinsip tidak membahayakan diri sendiri. Kaidah fikih menyebutkan: “La dharar wa la dhirar” (tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain).
BACA JUGA: Apa Akibat Makan Kerupuk Banyak Banget?
Jika jengkol dikonsumsi hingga menimbulkan mudarat, seperti sakit atau gangguan kesehatan, maka hal tersebut menjadi terlarang dalam kadar yang membahayakan. Ulama juga mengingatkan agar seorang Muslim menjaga kebersihan dan tidak mengganggu orang lain, termasuk dengan bau yang menyengat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ melarang orang yang memakan bawang mentah untuk mendekati masjid karena baunya mengganggu. Para ulama mengqiyaskan hal ini dengan makanan lain yang berbau kuat, termasuk jengkol.
Kesimpulannya, makan jengkol itu boleh, tetapi harus bijak. Jangan berlebihan, perhatikan kondisi tubuh, dan jaga adab terhadap orang lain. Jika dikonsumsi dengan tepat, jengkol bisa dinikmati tanpa menimbulkan mudarat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

