Syeikh Abdul Mu’iz Abdul Sattar, Pembebasan Palestina, dan Shalat

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

PADA tahun 1946, seorang ulama Mesir bernama Syeikh Abdul Mu’iz Abdul Sattar datang ke Palestina. Ia tinggal selama dua bulan untuk membangkitkan semangat jihad di kalangan rakyat Palestina.

Setibanya di sana, tempat pertama yang ia kunjungi adalah Masjid Al-Aqsa. Namun, ia sangat terkejut ketika melihat kenyataan bahwa jamaah shalat di masjid tersebut hanya terdiri dari dua atau tiga shaf. Pemandangan ini sangat menyedihkan baginya.

Melalui beberapa wawancara, ia menemukan fakta bahwa banyak rakyat Palestina saat itu masih merasa berat untuk melaksanakan shalat. Namun, ketika diajak untuk berperang, mereka justru menyambutnya dengan penuh semangat.

Melihat kondisi ini, ia pun berkata,
“Jihad pertama yang harus dilakukan adalah jihad melawan diri sendiri, yaitu berusaha mengalahkan hawa nafsu. Allah telah memerintahkan agar kita meminta pertolongan dengan kesabaran dan shalat.”

Kesadaran ini mendorongnya untuk kembali ke Mesir. Ia kemudian menemui Hasan Al-Banna untuk merancang kembali strategi pembebasan Palestina, dengan menekankan pentingnya pembinaan spiritual sebagai fondasi utama perjuangan. []

Sumber: Yusuf Al-Qardhawi, Sang Pelita, Pustaka Al-Kautsar, 2023

https://s.shopee.co.id/20pLWwsJjd

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *