KASIH sayang kepada anak-anak merupakan bagian penting dari ajaran Rasulullah ﷺ. Beliau tidak hanya menyampaikannya dengan lisan, tetapi juga mencontohkannya melalui tindakan nyata: memeluk, mencium, dan menunjukkan kelembutan kepada anak-anak.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dengan membawa anak kecil. Rasulullah ﷺ lalu memeluk anak tersebut dan bersabda,
“Apakah kamu menyayanginya? Allah lebih menyayangimu melebihi sayangmu kepada anakmu. Dan Allah lebih mengasihi dari orang-orang yang mengasihi.”
Dalam peristiwa ini, pelukan Rasulullah ﷺ bukan sekadar ungkapan cinta, tetapi juga pengajaran tauhid: bahwa kasih sayang manusia hanyalah bayangan kecil dari kasih sayang Allah yang jauh lebih luas.
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ memeluk cucunya, Hasan bin Ali. Saat itu hadir Aqra bin Habis At-Tamimi yang berkata, “Aku memiliki sepuluh anak, tetapi tidak pernah memeluk mereka.”
Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi.”
Di sini, Rasulullah ﷺ menegaskan hubungan langsung antara kasih sayang manusia dengan kasih sayang Allah. Seakan beliau mengajarkan: siapa yang menutup pintu kasih di bumi, maka ia berisiko tertutup dari kasih di langit.
Riwayat dari Aisyah juga menguatkan hal ini. Seorang Badui berkata, “Apakah kalian mencium anak-anak kalian? Kami tidak pernah melakukannya.” Rasulullah ﷺ menjawab,
“Apakah engkau menghendaki jika Allah mencabut rasa kasih dari hati kalian?”
Selain itu, terdapat kisah lain yang menunjukkan kedalaman kasih Rasulullah ﷺ. Beliau pernah menggendong dan memeluk cucunya, Husain bin Ali, bahkan saat berada di hadapan banyak orang. Dalam satu riwayat, beliau turun dari mimbar untuk menggendongnya, lalu melanjutkan kembali khutbah. Ini menunjukkan bahwa perhatian kepada anak tidak boleh dianggap remeh, bahkan dalam situasi formal sekalipun.
Dalam setiap pelukan itu, Rasulullah ﷺ mengaitkannya dengan dua prinsip besar:
1. Allah lebih menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang orang tua kepada anaknya.
Pelukan menjadi jalan untuk mengenalkan luasnya rahmat Allah.
2. Kasih sayang Allah kepada seseorang terkait dengan kasih sayangnya kepada sesama, terutama anak-anak.
Siapa yang penuh kasih, akan diliputi kasih dari Allah.
Apa yang diajarkan Rasulullah ﷺ ini selaras dengan temuan ilmu modern. John Bowlby menjelaskan bahwa kedekatan fisik seperti pelukan membentuk secure attachment (kelekatan aman), yang menjadi dasar kepercayaan diri anak sepanjang hidupnya. Sementara Virginia Satir menegaskan bahwa pelukan memiliki dampak besar terhadap kesehatan emosional; ia bahkan menyebut manusia membutuhkan pelukan setiap hari untuk berkembang secara psikologis.
BACA JUGA: Anak-Anak yang Bermain Bersama Rasulullah ﷺ
Secara biologis, pelukan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang menumbuhkan rasa aman, kedekatan, dan ketenangan. Anak yang sering dipeluk cenderung lebih stabil emosinya, lebih percaya diri, dan lebih mudah mencintai orang lain.
Dengan demikian, pelukan Rasulullah ﷺ kepada anak-anak bukan hanya ekspresi kasih sayang, tetapi juga metode pendidikan yang utuh—menghubungkan antara cinta manusia dan rahmat Allah, serta membangun jiwa anak yang kuat dan penuh ketenangan. []
Sumber: Abdullah Nashih Ulwah, Pendidikan Anak Dalam Islam, Penerbit Insan Kamil, 2024
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

