Khataman Al-Qur’an dalam Tradisi Anas bin Malik

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Freepik

DALAM khazanah para sahabat, mengkhatamkan Al-Qur’an bukan sekadar menyelesaikan bacaan, tetapi momentum spiritual yang penuh makna. Salah satu riwayat yang masyhur datang dari Tsabit bin Bunani, yang menceritakan kebiasaan gurunya, Anas bin Malik:

“Setiap kali mengkhatamkan Al-Qur’an, ia memanggil anak-anak dan keluarganya, lalu berdoa bersama.”

Riwayat ini menggambarkan sebuah tradisi yang tertata dan sarat nilai. Menjelang khatam, Anas bin Malik tidak menjadikannya sebagai ibadah individual semata. Ia justru mengubahnya menjadi peristiwa kolektif dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Setelah berkumpul, ia memimpin doa bersama. Momen khatam dipandang sebagai waktu yang penuh keberkahan—saat turunnya rahmat dan terbukanya peluang dikabulkannya doa. Karena itu, ia mengajak keluarganya untuk turut hadir dalam suasana spiritual tersebut, agar mereka juga merasakan limpahan keberkahan Al-Qur’an. []

Sumber: Mahmud Al-Misri, Ensiklopedia Sahabat, Pustaka Imam Syafi‘i, 2015

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *