DI Indonesia, minum air langsung dari keran masih dianggap berisiko. Berbeda dengan beberapa negara maju, masyarakat Indonesia umumnya harus merebus atau menyaring air terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Lalu, apa penyebabnya?
Salah satu faktor utama adalah kualitas sumber air baku. Di Indonesia, air yang digunakan oleh PDAM banyak berasal dari sungai, waduk, dan air tanah. Sayangnya, banyak sumber air tersebut sudah tercemar oleh limbah rumah tangga, industri, dan pertanian. Kondisi ini membuat air membutuhkan proses pengolahan yang lebih kompleks agar layak diminum.
Kedua, masalah besar ada pada sistem distribusi. Secara teori, air yang keluar dari instalasi pengolahan sudah memenuhi standar tertentu. Namun, kualitas ini sering menurun saat air dialirkan ke rumah melalui pipa. Banyak pipa yang sudah tua, berkarat, atau mengalami kebocoran, sehingga memungkinkan kontaminasi kembali terjadi sebelum air sampai ke pengguna.
Ketiga, kebiasaan penyimpanan air juga berpengaruh. Di Indonesia, air sering ditampung di toren atau bak penampungan karena pasokan tidak selalu stabil. Jika tempat penyimpanan tidak dijaga kebersihannya, bakteri dan kotoran bisa berkembang dan mencemari air.
Selain itu, infrastruktur air bersih di Indonesia belum merata. Tidak semua wilayah memiliki jaringan perpipaan yang memadai. Akibatnya, sebagian masyarakat masih mengandalkan sumber air alternatif seperti sumur, yang kualitasnya sangat bervariasi dan tidak selalu aman untuk diminum langsung.
BACA JUGA: Tidak Minum Air Setelah Makan, Apakah Ada Dampaknya?
Berbeda dengan Indonesia, negara seperti Singapura, Jepang, dan kawasan Eropa Barat memiliki sistem air minum yang memungkinkan air keran langsung diminum. Mereka menjaga kualitas air dari hulu hingga hilir. Sumber air dilindungi dengan baik, proses pengolahan sangat ketat, dan jaringan pipa dirawat secara rutin agar tetap bersih dan bebas kebocoran.
Kesimpulannya, air keran di Indonesia belum bisa diminum langsung bukan hanya karena satu faktor, tetapi kombinasi dari kualitas sumber air, sistem distribusi, dan kebiasaan penggunaan. Dengan perbaikan menyeluruh di semua aspek tersebut, peluang untuk menghadirkan air minum langsung dari keran di Indonesia tetap terbuka di masa depan. []
SUMBER: KABAR MEGAPOLITAN | MPOIN | DETIK HEALTH
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

