ABU Bakar bersiap hendak berhijrah ke Madinah. Namun, Rasulullah ﷺ bersabda,
“Tunggulah, aku berharap aku segera diizinkan untuk berhijrah.”
Abu Bakar bertanya, “Demi ayahku, apakah engkau berharap seperti itu?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Ya.”
Abu Bakar pun menahan dirinya demi menemani sang Rasul. Abu Bakar merawat kuda-kudanya untuk mempersiapkan diri bila perintah hijrah bersama Rasulullah ﷺ tiba.
Musyrikin Quraisy membuat rencana membunuh Rasulullah ﷺ di Darun Nadwah. Mereka bersepakat untuk melaksanakan rencana itu. Allah pun menginformasikan rencana ini kepada Rasulullah ﷺ,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗوَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ
(Ingatlah) ketika orang-orang yang kufur merencanakan tipu daya terhadapmu (Nabi Muhammad) untuk menahan, membunuh, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.
(Al-Anfāl [8]:30)
Setelah mendapatkan wahyu ini, Rasulullah ﷺ pergi ke rumah Abu Bakar di waktu yang tidak biasa. Abu Bakar berkata, “Demi Ayah dan Ibuku sebagai tebusannya, demi Allah, tidaklah ia datang pada waktu ini kecuali karena sebuah urusan.”
Rasulullah ﷺ berkata kepada Abu Bakar, “Suruhlah orang-orang yang ada bersamamu untuk keluar.”
Abu Bakar menjawab, “Mereka hanya keluargaku, demi ayahku menjadi tebusan untukmu, wahai Rasulullah ﷺ.”
Rasulullah ﷺ pun berkata, “Aku telah diizinkan berhijrah.”
“Aku ingin menemani engkau, wahai Rasulullah ﷺ,” ucap Abu Bakar.
“Ya.” Jawab Rasulullah ﷺ
“Demi ayahku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah ﷺ, ambillah salah satu dari dua hewan tungangganku ini,” ujar Abu Bakar
Rasulullah ﷺ pun menyewa seorang penunjuk jalan yang sangat ahli. Rasulullah ﷺ mempercayakan dan menitipkan dua hewan tunganggan kepadanya.
BACA JUGA: Kegembiraan Rasulullah ﷺ di Resepsi Pernikahan Sahabatnya
Mereka juga membuat janji dengan penunjuk jalan tersebut untuk bertemu di Gua Tsur setelah tiga malam. Pada saat itulah, penunjuk jalan itu akan membawa kedua hewan tunggangan mereka.
Dengan demikian, hijrah Rasulullah ﷺ dirancang dengan perencanaan yang matang: mulai dari penundaan waktu, pemilihan rute, tempat persembunyian, hingga pengelolaan hewan tunggangan. Semua ini menunjukkan perpaduan antara tawakal kepada Allah dan ikhtiar strategis yang cermat. []
Sumber: Hamid Az-Zaini, The Untold Stories Sahabat Nabi, GIP, 2025
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

