DALAM kehidupan, istilah “gila” sering digunakan untuk menggambarkan kondisi gangguan pikiran atau perilaku yang tidak normal. Dalam dunia medis, ini dikenal sebagai gangguan jiwa. Namun, dalam perspektif Islam, selain faktor biologis dan psikologis, ada sisi ruhiyah (spiritual) yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan akal seseorang.
Pertama, jauhnya hati dari Allah adalah akar utama kegelisahan jiwa. Ketika seseorang lalai dari dzikir, meninggalkan shalat, dan jarang berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka hatinya menjadi kering. Hati yang kering ini mudah dipenuhi kecemasan, ketakutan, dan pikiran negatif. Dalam kondisi terus-menerus, tekanan batin ini bisa berkembang menjadi gangguan mental yang serius.
Kedua, dosa yang terus menumpuk tanpa taubat juga memberi dampak berat pada jiwa. Setiap maksiat meninggalkan “noda” dalam hati. Jika tidak dibersihkan dengan istighfar dan taubat, noda itu menumpuk hingga menggelapkan hati. Hati yang gelap kehilangan ketenangan dan mudah goyah menghadapi ujian hidup.
Ketiga, lemahnya tawakal dan tidak ridha terhadap takdir Allah. Banyak orang yang mengalami tekanan mental karena tidak mampu menerima kenyataan hidup. Padahal, seorang Muslim diajarkan untuk bersandar kepada Allah, meyakini bahwa setiap ujian mengandung hikmah. Ketika prinsip ini hilang, maka beban hidup terasa jauh lebih berat, bahkan bisa menghancurkan kestabilan jiwa.
Keempat, gangguan dari makhluk ghaib juga diakui dalam Islam, seperti was-was dari setan. Bisikan ini bisa mempengaruhi pikiran manusia, menanamkan ketakutan berlebihan, keraguan, bahkan dorongan untuk berbuat buruk. Jika iman lemah, seseorang bisa sangat terpengaruh hingga kehilangan kontrol diri.
BACA JUGA: Segila Apa AI di Tahun 2026?
Namun, penting untuk dipahami bahwa Islam tidak menafikan faktor medis. Gangguan jiwa tetap perlu ditangani secara profesional. Hanya saja, penguatan ruhiyah menjadi pelengkap yang sangat penting: menjaga shalat, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan Allah.
Kesimpulannya, “kegilaan” dalam pandangan Islam bukan hanya soal otak, tapi juga hati. Ketika hati terjaga, dekat dengan Allah, maka insyaAllah jiwa pun lebih kuat menghadapi tekanan hidup. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


