DALAM kehidupan seorang Muslim, ada dua ibadah yang sering berkaitan dengan penyembelihan hewan, yaitu kurban dan aqiqah. Keduanya memiliki nilai ibadah yang besar, tetapi sering muncul pertanyaan: mana yang harus didahulukan, kurban atau aqiqah anak?
Untuk menjawabnya, kita perlu memahami kedudukan masing-masing ibadah dalam syariat Islam.
Pengertian Kurban dan Aqiqah
1. Kurban
Kurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Ibadah ini memiliki dasar kuat dari kisah Nabi Ibrahim dan termasuk ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi yang mampu.
BACA JUGA: Kehancuran Yahudi Menurut Taurat dan Rabi Yahudi
2. Aqiqah
Aqiqah adalah ibadah menyembelih hewan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak. Biasanya dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran, namun boleh dilakukan di hari lain jika belum mampu.
Jumlah hewan aqiqah:
- 2 ekor kambing untuk anak laki-laki
- 1 ekor kambing untuk anak perempuan
Mana yang Harus Didahulukan?
1. Jika Bertepatan Waktu
Jika seseorang memiliki anak yang belum diaqiqahi dan pada saat yang sama datang momen kurban (Idul Adha), maka:
Mayoritas ulama menyarankan mendahulukan kurban jika memiliki kemampuan terbatas.
Alasannya:
- Kurban terkait waktu tertentu (hanya saat Idul Adha dan hari tasyrik)
- Jika terlewat, harus menunggu tahun berikutnya
- Aqiqah tidak terikat waktu ketat, bisa dilakukan kapan saja saat mampu
2. Jika Mampu Keduanya
Jika memiliki rezeki yang cukup, maka lebih utama melaksanakan keduanya:
- Berkurban sebagai ibadah tahunan
- Menunaikan aqiqah sebagai tanggung jawab kepada anak
Ini tentu lebih sempurna dalam menjalankan syariat.
3. Jika Tidak Mampu
Jika kondisi ekonomi terbatas:
- Dahulukan kebutuhan pokok keluarga
- Tidak wajib memaksakan diri untuk kurban maupun aqiqah
- Islam tidak memberatkan di luar kemampuan
Pendapat Ulama
Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa:
- Kurban memiliki dimensi ibadah sosial yang lebih luas karena dibagikan kepada banyak orang
- Aqiqah lebih bersifat tanggung jawab keluarga
Namun keduanya tetap ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan masing-masing.
Jika harus memilih antara kurban atau aqiqah dalam kondisi terbatas, maka kurban lebih didahulukan karena waktunya terbatas dan momentum ibadahnya tidak bisa diganti. Sedangkan aqiqah dapat dilakukan kapan saja ketika sudah mampu.
BACA JUGA: 5 Hari Besar Agama Islam dan Maknanya
Namun, jika Allah memberikan kelapangan rezeki, maka melaksanakan keduanya adalah pilihan terbaik sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur.
Dalam menjalankan ibadah, yang terpenting bukan hanya urutan, tetapi keikhlasan dan kemampuan. Jangan sampai memaksakan diri hingga memberatkan keluarga. Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan diterima dan menjadi berkah bagi kehidupan dunia dan akhirat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

