KHITAN (sunat) adalah salah satu prosedur yang sangat umum dilakukan pada anak laki-laki, baik karena alasan agama, budaya, maupun kesehatan. Namun, banyak orang tua masih bertanya-tanya: sebenarnya usia berapa yang paling tepat untuk khitan?
Pandangan Umum Tentang Usia Khitan
Secara umum, tidak ada satu usia yang benar-benar “wajib” untuk khitan. Namun, para ahli kesehatan dan praktisi medis sepakat bahwa ada beberapa rentang usia yang dianggap ideal, tergantung kondisi anak dan kesiapan keluarga.
BACA JUGA: Kapan Rasulullah ﷺ DIkhitan?
1. Usia Bayi (0–1 Tahun)
Khitan pada usia bayi semakin banyak dipilih karena beberapa keunggulan:
- Proses penyembuhan relatif cepat
- Bayi belum banyak bergerak, sehingga luka lebih mudah dirawat
- Risiko trauma psikologis sangat kecil
Namun, prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional karena bayi masih sangat rentan.
2. Usia Anak-anak (5–12 Tahun)
Ini adalah usia yang paling umum di banyak negara, termasuk Indonesia.
Keunggulannya:
- Anak sudah lebih kuat secara fisik
- Bisa diajak bekerja sama dalam proses perawatan
- Secara mental mulai bisa memahami proses yang dialami
Di sisi lain, anak mungkin akan merasa takut atau cemas, sehingga perlu pendekatan yang baik dari orang tua.
3. Usia Remaja
Khitan di usia remaja juga masih bisa dilakukan, tetapi biasanya:
- Masa penyembuhan cenderung lebih lama
- Rasa nyeri bisa lebih terasa
- Bisa menimbulkan rasa malu atau tidak nyaman secara psikologis
Karena itu, usia ini biasanya dipilih jika ada alasan tertentu, misalnya baru memeluk agama Islam atau kondisi medis tertentu.
Tinjauan Medis
Dari sisi kesehatan, khitan memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Menjaga kebersihan organ intim
- Mengurangi risiko infeksi saluran kemih
- Menurunkan risiko penyakit menular seksual di masa depan
- Mencegah kondisi seperti fimosis (kulup tidak bisa ditarik)
Tinjauan Agama (Islam)
Dalam ajaran Islam, khitan termasuk kewajiban bagi laki-laki. Namun, tidak ada ketentuan pasti tentang usia. Banyak ulama menganjurkan khitan dilakukan sebelum anak mencapai usia baligh, agar ia sudah dalam kondisi suci saat mulai menjalankan kewajiban ibadah secara penuh.
Jadi, Usia Berapa yang Paling Ideal?
Jika dirangkum:
- 0–1 tahun: ideal dari sisi medis (penyembuhan cepat, minim trauma)
- 5–12 tahun: ideal dari sisi sosial dan kesiapan anak
- Sebelum baligh: penting dari sisi agama
Tidak ada satu jawaban mutlak mengenai usia terbaik untuk khitan. Pilihan terbaik adalah mempertimbangkan:
BACA JUGA: Belum Disunat, Bolehkah Anak ke Masjid?
- Kondisi kesehatan anak
- Kesiapan mental
- Pertimbangan agama dan budaya
- Saran dari tenaga medis
Yang terpenting, pastikan khitan dilakukan oleh tenaga profesional dan dalam kondisi yang aman agar anak mendapatkan pengalaman yang baik dan minim risiko. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

