Budak yang Dinikahkan dengan Putri Majikannya

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Islampos

SUATU hari, seorang majikan datang ke kebunnya yang dijaga oleh seorang budak bernama Mubarak. Ia meminta buah delima yang manis. Namun, setiap delima yang diberikan ternyata terasa asam.

Sang majikan heran, lalu bertanya mengapa demikian. Mubarak menjawab dengan jujur bahwa ia tidak mengetahui mana yang manis dan mana yang asam, karena selama ini ia tidak pernah mencicipi buah tersebut. Tugasnya hanyalah menjaga kebun, bukan mengambil atau merasakan hasilnya.

Kejujuran ini membuat sang majikan sangat terkesan. Di saat yang sama, ia sedang menghadapi persoalan: banyak pemuda melamar putrinya, tetapi ia ragu menentukan pilihan. Ia pun meminta pendapat Mubarak tentang siapa yang paling pantas menikahi putrinya.

Mubarak menjawab, “Orang jahiliah menikahkan berdasarkan keturunan, orang Yahudi berdasarkan harta, dan orang Nasrani berdasarkan kecantikan. Adapun seorang mukmin, hendaknya menikahkan karena agama.”

Jawaban yang jernih dan penuh hikmah itu menggugah hati sang majikan. Ia pun menikahkan putrinya dengan Mubarak. Dari pernikahan itu lahirlah Abdullah ibn al-Mubarak, yang kelak dikenal sebagai ulama besar, mujahid, dan dermawan. []

Sumber
Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang, Pro U Media, 2009

https://s.shopee.co.id/BOENjEhhY

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *