DI masa tuanya, Abdullah bin Abbas mengalami kebutaan. Namun, kondisi itu tidak melemahkan jiwanya. Ia pernah berkata, “Jika Allah mengambil cahaya dari kedua mataku, maka dalam hati dan pikiranku masih bersinar terang.” Ia melanjutkan, “Jiwaku tetap cerdas, akalku lurus, dan lidahku tajam seperti pedang terbaik.”
Ungkapan tersebut disampaikan ketika seorang penduduk Syam memandangnya dengan penuh keprihatinan. Ibnu Abbas tidak melihat kebutaannya sebagai kehilangan, melainkan sebagai bagian dari ujian yang menyimpan makna mendalam.
Disebutkan bahwa kebutaannya terjadi karena banyaknya ia menangis—antara rasa takut dan harap kepada Allah. Air mata yang terus mengalir dalam munajat dan perenungan akhirnya merenggut penglihatannya, tetapi justru menajamkan cahaya batinnya.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman, “Barangsiapa Aku uji dengan mengambil dua kekasihnya (kedua mata), lalu ia bersabar, maka Aku akan menggantinya dengan surga.”
Kisah ini menunjukkan bahwa kehilangan di dunia tidak selalu berarti kerugian. Bagi orang beriman, ujian yang diterima dengan kesabaran justru menjadi jalan menuju kemuliaan yang lebih tinggi di sisi Allah. []
Sumber
Salim A Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang, Pro U Media, 2009
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

