Kriteria Pelanjut Imam Syafi‘i

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

IMAM Syafi‘i menganggap Muhammad bin Abdul Hakam sebagai saudaranya. Ia sangat dekat dan senantiasa bersamanya. Imam Syafi‘i berkata,

“Tidak ada yang senantiasa membersamaiku di Mesir selain dia.”

Orang-orang menyangka bahwa Imam Syafi‘i akan menyerahkan halaqah ilmunya padanya karena begitu tulus cinta di antara keduanya.

Saat Imam Syafi‘i sakit. Saat semua orang bertanya siapakah penggantinya? Lalu Muhammad bin Abdul Hakam yang saat itu berada disisi kepalanya menampakkan diri. Namun, Imam Syafi‘i berkata,

“Subhanallah, apakah Abu Yaqub Al-Buwaithi diragukan kapasitasnya?”

Abu Yaqub Al-Buwaithi lebih utama dan lebih dekat dengan sikap zuhud dan warak dibandingkan Muhammad bin Abdul Hakam.

Akhirnya, Muhammad bin Abdul Hakam kecewa lalu meninggalkan mazhab Syafi‘i dan kembali ke mazhab yang dulu pernah dipelajari bersama ayahnya yaitu Imam Malik. []

Sumber:
Majdi Al-Hilali, Syarah Arkanul Baiah, 2021, hal. 303

https://s.shopee.co.id/20pLWwsJjd

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *