Bolehkah Wudhu Hanya Sekali Membasuh, Tidak Sampai 3 Kali?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

WUDHU adalah syarat penting sebelum seorang Muslim melaksanakan shalat. Karena itu, tata caranya perlu dipahami dengan benar. Di tengah masyarakat, masih ada yang mengira bahwa membasuh anggota wudhu harus selalu tiga kali. Padahal, ajaran Islam memberi kemudahan dalam masalah ini.

Nabi Muhammad ﷺ pernah berwudhu dengan sekali basuhan, dua kali basuhan, dan juga tiga kali basuhan. Semua itu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak memberatkan umatnya. Yang terpenting adalah wudhunya sah dan dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Wudhu Sekali Basuhan Tetap Sah

Membasuh anggota wudhu sekali saja hukumnya boleh dan sah. Bahkan, hal itu pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Nabi ﷺ berwudhu dengan membasuh anggota wudhu satu kali satu kali.

Artinya, wajah dibasuh sekali, tangan sekali, kepala diusap sekali, dan kaki sekali. Selama air sudah merata pada anggota yang wajib dibasuh, maka wudhunya sah.

Hal ini penting dipahami agar kaum Muslimin tidak merasa terbebani. Ada orang yang sedang terburu-buru, sedang sakit, cuaca sangat dingin, atau kondisi air terbatas. Dalam keadaan seperti itu, wudhu sekali basuhan tetap diperbolehkan.

BACA JUGA: Bagaimana Tata Cara Wudhu Nabi?

Tiga Kali Basuhan Adalah Sunnah yang Utama

Walaupun sekali basuhan sudah sah, para ulama menjelaskan bahwa tiga kali basuhan lebih utama. Sebab, itulah yang paling sering dilakukan Nabi ﷺ dalam kesehariannya.

Membasuh tiga kali juga membantu membersihkan anggota tubuh dengan lebih sempurna. Selain itu, tiga kali basuhan membuat seseorang lebih yakin bahwa air sudah merata ke seluruh bagian anggota wudhu.

Namun perlu dipahami, tiga kali bukan kewajiban. Ia termasuk sunnah. Jadi jangan sampai seseorang menganggap wudhu orang lain tidak sah hanya karena membasuh sekali saja.

Islam mengajarkan keseimbangan. Tidak terlalu meremehkan ibadah, tetapi juga tidak berlebihan.

https://s.shopee.co.id/W1zgA9JOC

Jangan Berlebihan Saat Wudhu

Sebagian orang justru terjatuh dalam sikap berlebihan ketika berwudhu. Ada yang membasuh sampai berkali-kali karena merasa belum yakin. Bahkan ada yang menghabiskan banyak air tanpa kebutuhan.

Padahal Rasulullah ﷺ melarang sikap berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Dalam sebuah riwayat, Nabi ﷺ pernah menegur sahabat yang memakai air terlalu banyak saat wudhu.

Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah bukan diukur dari banyaknya air atau lamanya berwudhu. Yang paling penting adalah mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.

Karena itu, jika sekali basuhan sudah cukup dan air telah merata, maka tidak perlu dipaksakan lebih dari itu. Apalagi sampai menimbulkan was-was.

Mana yang Lebih Baik, Sekali atau Tiga Kali?

Para ulama menjelaskan bahwa tiga kali lebih afdhal atau lebih utama. Tetapi sekali basuhan tetap mendapatkan pahala karena sesuai sunnah juga.

Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa umat Islam sepakat bolehnya membasuh anggota wudhu sekali saja. Sedangkan tiga kali adalah bentuk penyempurnaan.

Maka, seseorang bisa menyesuaikan dengan keadaan. Jika kondisi memungkinkan, membasuh tiga kali lebih baik. Tetapi jika ada kebutuhan tertentu, sekali pun sudah cukup dan sah.

Inilah indahnya syariat Islam. Ada kelonggaran tanpa meninggalkan tuntunan.

BACA JUGA: 4 Hal yang Membatalkan Wudhu, Apa Saja?

Hikmah Kemudahan dalam Wudhu

Kemudahan dalam tata cara wudhu menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Islam bukan agama yang menyulitkan. Allah berfirman bahwa Dia tidak menghendaki kesulitan bagi manusia dalam agama.

Dengan memahami hal ini, seorang Muslim bisa beribadah dengan lebih tenang. Ia tidak mudah was-was dan tidak mempersulit dirinya sendiri.

Kadang ada orang yang mengulang wudhu berkali-kali karena takut tidak sah. Padahal sikap seperti itu bisa membuka pintu gangguan was-was dari setan. Selama tata cara wudhu sudah sesuai syariat, maka hendaknya seseorang merasa cukup dan yakin.

Penutup

Wudhu dengan sekali basuhan pada setiap anggota hukumnya boleh dan sah. Nabi ﷺ sendiri pernah melakukannya. Sedangkan membasuh tiga kali adalah sunnah yang lebih utama dan lebih sempurna.

Seorang Muslim hendaknya memahami ajaran agama dengan seimbang. Tidak meremehkan ibadah, tetapi juga tidak memberatkan diri sendiri. Ikutilah tuntunan Rasulullah ﷺ dengan ilmu dan ketenangan.

Karena ibadah yang paling baik bukan yang paling rumit, tetapi yang paling sesuai dengan sunnah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *