Bolehkah Penderita Diabetes Makan Martabak?

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Unsplash

MARTABAK merupakan salah satu makanan favorit banyak orang di Indonesia. Rasanya lezat, gurih, manis, dan cocok disantap saat santai bersama keluarga. Namun bagi penderita diabetes, muncul pertanyaan penting: apakah martabak masih boleh dimakan?

Jawabannya adalah boleh, tetapi harus sangat bijak dan tidak berlebihan. Penderita diabetes perlu memahami bahwa martabak termasuk makanan tinggi kalori, tinggi karbohidrat, dan sering kali mengandung gula serta lemak dalam jumlah besar. Jika dikonsumsi sembarangan, kadar gula darah bisa naik dengan cepat.

BACA JUGA: Mungkinkah Sembuh dari Diabetes? Ini Penjelasannya

Kenapa Martabak Bisa Berbahaya untuk Diabetes?

Martabak manis biasanya dibuat dari tepung terigu, gula, susu kental manis, cokelat, keju, dan berbagai topping lain. Semua bahan ini dapat meningkatkan kadar gula darah.

Sementara martabak telur memang tidak semanis martabak manis, tetapi tetap mengandung minyak cukup banyak dan biasanya dimakan bersama saus atau acar yang kadang mengandung gula tambahan.

Bagi penderita diabetes, masalah utama bukan hanya rasa manis, tetapi juga:

  • Tingginya karbohidrat sederhana
  • Kandungan gula yang besar
  • Lemak dan kalori berlebihan
  • Porsi yang sering terlalu banyak

Jika terlalu sering makan martabak tanpa kontrol, risiko gula darah melonjak menjadi lebih besar.

Martabak Manis Lebih Berisiko

Martabak manis termasuk makanan yang harus sangat dibatasi oleh penderita diabetes. Apalagi jika topping-nya lengkap seperti:

  • Cokelat
  • Susu kental manis
  • Gula
  • Nutella
  • Oreo
  • Selai manis

Kombinasi tersebut bisa membuat kadar gula darah naik drastis dalam waktu singkat.

Bahkan satu potong martabak manis saja kadang mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi, apalagi jika dimakan malam hari sambil minum minuman manis.

Bagaimana dengan Martabak Telur?

Martabak telur relatif lebih aman dibanding martabak manis karena kandungan gulanya lebih rendah. Namun tetap tidak boleh berlebihan karena:

  • Digoreng dengan banyak minyak
  • Mengandung tepung kulit martabak
  • Kalorinya tinggi
  • Bisa meningkatkan berat badan

Penderita diabetes juga harus menjaga berat badan agar kadar gula lebih stabil. Berat badan berlebih sering membuat kontrol diabetes menjadi lebih sulit.

https://s.shopee.co.id/AAAfDFMpgf

Tips Jika Penderita Diabetes Ingin Makan Martabak

Agar lebih aman, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Batasi Porsi

Jangan makan satu loyang sendiri. Cukup satu atau dua potong kecil saja.

2. Jangan Terlalu Sering

Martabak sebaiknya hanya menjadi makanan sesekali, bukan konsumsi rutin mingguan.

3. Hindari Topping Berlebihan

Kurangi susu, gula, cokelat, dan topping manis lainnya.

4. Pilih Waktu yang Tepat

Jangan makan martabak larut malam karena tubuh cenderung kurang aktif membakar gula saat malam.

5. Imbangi dengan Pola Hidup Sehat

Setelah makan makanan tinggi kalori, penderita diabetes perlu menjaga pola makan berikutnya dan tetap aktif bergerak.

Diabetes Bukan Berarti Tidak Boleh Makan Enak

Banyak penderita diabetes merasa hidupnya penuh larangan. Padahal yang paling penting adalah pengendalian dan keseimbangan. Sesekali menikmati makanan favorit masih mungkin dilakukan jika kadar gula darah terkontrol dan porsinya tidak berlebihan.

Namun penderita diabetes tetap harus disiplin karena komplikasi diabetes bukan hal sepele. Gula darah yang terus tinggi bisa meningkatkan risiko:

  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan mata
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Luka yang sulit sembuh

Karena itu, jangan sampai kenikmatan sesaat membuat kesehatan jangka panjang terganggu.

BACA JUGA: Ciri-ciri Awal Diabetes, Apa Saja Sih?

Penderita diabetes boleh makan martabak, tetapi harus membatasi porsi dan frekuensinya. Martabak manis lebih berisiko karena kandungan gula dan kalorinya sangat tinggi, sedangkan martabak telur tetap perlu dibatasi karena tinggi minyak dan kalori.

Kunci utama bagi penderita diabetes bukan sekadar menghindari makanan tertentu, tetapi menjaga pola makan, mengontrol gula darah, dan menjalani gaya hidup sehat secara konsisten. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *