Cuaca di Negara-Negara Eropa Biasanya Berapa Derajat Sih Sehari-harinya?

5 Min Read
Foto: Islampos - AI

BANYAK orang Indonesia terkejut ketika mendengar berita suhu 35–40 derajat Celsius di Eropa. Sebab, angka tersebut terdengar hampir sama dengan suhu siang hari di beberapa kota di Indonesia. Namun kenyataannya, suhu seperti itu justru dianggap sangat ekstrem bagi banyak negara Eropa.

Lalu, sebenarnya berapa suhu harian yang normal di negara-negara Eropa?

Eropa Memiliki Empat Musim

Berbeda dengan Indonesia yang hanya mengenal musim hujan dan musim kemarau, sebagian besar wilayah Eropa mengalami empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Setiap musim memiliki suhu yang sangat berbeda.

Karena itulah, suhu harian di Eropa bisa berubah drastis sepanjang tahun. Bahkan, dalam satu negara, perbedaan suhu antara musim panas dan musim dingin bisa mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.

Saat Musim Panas, Umumnya 20–30 Derajat Celsius

Musim panas biasanya berlangsung sekitar bulan Juni hingga Agustus.

Di sebagian besar negara Eropa Barat dan Eropa Tengah, suhu siang hari umumnya berada pada kisaran:

20–25°C di Inggris, Belgia, Belanda, dan Irlandia.
23–30°C di Prancis, Jerman, Austria, Swiss, dan Polandia.
28–35°C di Spanyol, Portugal, Italia bagian selatan, dan Yunani.

Ketika suhu mencapai lebih dari 35°C, banyak negara mulai mengeluarkan peringatan cuaca panas karena kondisi tersebut sudah berada di atas rata-rata normal.

BACA JUGA:  Padahal di Indonesia Biasa Saja, Kenapa Suhu 40 Derajat di Eropa Jadi Heboh Banget?

Musim Semi yang Sejuk

Musim semi berlangsung sekitar bulan Maret hingga Mei.

Pada musim ini, udara mulai menghangat setelah musim dingin.

Rata-rata suhu siang hari berkisar:

10–18°C pada awal musim.
15–22°C menjelang akhir musim semi.

Inilah salah satu musim favorit wisatawan karena cuacanya nyaman, bunga mulai bermekaran, dan udara tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.

https://s.shopee.co.id/8fQ6u7R6SI

Musim Gugur yang Mulai Dingin

Musim gugur terjadi sekitar September hingga November.

Daun-daun mulai berubah warna menjadi kuning, jingga, dan merah sebelum akhirnya berguguran.

Suhu rata-rata berada di kisaran:

10–20°C pada awal musim.
5–15°C menjelang datangnya musim dingin.

Pada malam hari, suhu dapat turun hingga di bawah 10°C di banyak wilayah.

Musim Dingin Bisa di Bawah Nol Derajat

Musim dingin berlangsung sekitar Desember hingga Februari.

Inilah musim dengan suhu paling rendah.

Sebagian besar negara Eropa mengalami suhu:

0 hingga 5°C di Inggris, Prancis bagian barat, dan Belanda.
-5 hingga 0°C di Jerman, Polandia, Austria, Republik Ceko, dan Hungaria.
Bisa mencapai -10 hingga -30°C di Finlandia, Swedia bagian utara, dan Norwegia utara.

Di wilayah pegunungan seperti Alpen, suhu bahkan dapat turun lebih rendah lagi, terutama saat malam hari.’

Eropa, Cuaca di Eropa
Foto: Islampos – AI

Mengapa Suhu 40 Derajat Sangat Berbahaya di Eropa?

Banyak orang bertanya, “Bukankah Indonesia juga sering mencapai 34 atau 35 derajat?”

Perbedaannya cukup besar.

Di Indonesia, suhu tinggi disertai kelembapan udara yang memang sudah menjadi kondisi sehari-hari sehingga masyarakat, bangunan, dan infrastruktur dirancang untuk iklim tropis.

Sebaliknya, sebagian besar bangunan di Eropa dibuat untuk mempertahankan panas saat musim dingin. Banyak rumah tidak memiliki pendingin ruangan (AC), terutama di wilayah yang selama puluhan tahun tidak pernah mengalami suhu sangat tinggi.

Selain itu, malam hari di Eropa biasanya tetap sejuk. Namun ketika terjadi gelombang panas, suhu malam juga tetap tinggi sehingga tubuh tidak memiliki kesempatan untuk mendinginkan diri. Kondisi inilah yang meningkatkan risiko kelelahan akibat panas, dehidrasi, hingga serangan panas (heatstroke), terutama pada lansia dan anak-anak.

BACA JUGA: Perbedaan Penjelajahan Muslim dan Eropa di Nusantara: Sebagai Mitra atau Kolonial

Setiap Negara Memiliki Iklim Berbeda

Meski sama-sama berada di Eropa, suhu setiap negara tidak selalu sama.

Negara-negara di Eropa Selatan seperti Spanyol, Italia, Yunani, dan Portugal memang cenderung lebih hangat sepanjang tahun.

Sementara negara-negara di Eropa Utara seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia memiliki iklim jauh lebih dingin, terutama saat musim dingin.

Adapun negara-negara di Eropa Barat seperti Inggris, Belanda, Belgia, dan Prancis memiliki iklim yang relatif lebih sejuk karena dipengaruhi oleh Samudra Atlantik.

Kesimpulan

Secara umum, suhu harian yang dianggap normal di sebagian besar negara Eropa berkisar antara 20–30°C saat musim panas, 10–20°C saat musim semi dan musim gugur, serta 0°C hingga di bawah nol saat musim dingin. Itulah sebabnya ketika suhu melonjak hingga 35–40°C, kondisi tersebut dianggap sebagai gelombang panas yang tidak biasa dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Perubahan iklim global juga membuat kejadian cuaca ekstrem semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa. Karena itu, masyarakat di sana kini semakin diimbau untuk mengikuti peringatan cuaca, menjaga kecukupan cairan tubuh, dan menghindari aktivitas berat saat suhu mencapai tingkat yang berbahaya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *