Apakah Wanita Haid Boleh Berdzikir?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Islampos AI

HAID adalah keadaan alami yang dialami oleh setiap wanita pada masa-masa tertentu. Dalam kondisi ini, ada beberapa ibadah yang memang tidak dapat dilakukan, seperti shalat dan puasa. Karena itulah, sebagian muslimah bertanya-tanya apakah mereka juga tidak diperbolehkan berdzikir selama sedang haid.

Pertanyaan ini cukup sering muncul karena ada anggapan bahwa wanita haid tidak boleh menyebut nama Allah atau membaca doa. Padahal, dzikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan dalam berbagai keadaan. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum wanita haid yang berdzikir?

BACA JUGA: Bolehkah Wanita Berdzikir tanpa Mengenakan Hijab?

Wanita Haid Tetap Boleh Berdzikir

Mayoritas ulama berpendapat bahwa wanita yang sedang haid tetap diperbolehkan berdzikir kepada Allah SWT. Tidak ada dalil yang melarang seorang muslimah mengingat Allah hanya karena sedang mengalami haid.

Dzikir mencakup banyak bentuk, seperti mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Astaghfirullah, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, maupun membaca doa-doa harian. Semua amalan tersebut tetap boleh dilakukan meskipun sedang haid.

Hal ini menunjukkan bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah tidak terputus hanya karena datangnya haid. Seorang muslimah tetap dapat mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan yang disyariatkan.

https://s.shopee.co.id/2VpOqybsAk

Dasar dari Al-Qur’an dan Hadis

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan sebanyak-banyaknya zikir.” (QS. Al-Ahzab: 41)

Ayat ini memerintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak dzikir tanpa membedakan antara laki-laki maupun perempuan, termasuk ketika seorang wanita sedang mengalami haid.

Selain itu, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ senantiasa berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan beliau.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi salah satu dalil bahwa dzikir merupakan ibadah yang sangat luas dan tidak dibatasi oleh keadaan tertentu, kecuali jika terdapat dalil yang secara tegas melarangnya.

Dzikir Menjadi Cara Tetap Dekat kepada Allah

Meskipun wanita haid tidak diwajibkan melaksanakan shalat, bukan berarti kesempatan untuk beribadah menjadi hilang. Justru, masa haid dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak dzikir, berdoa, bershalawat, mendengarkan kajian Islam, serta mempelajari ilmu agama.

Dengan memperbanyak dzikir, hati akan tetap hidup dan merasa dekat dengan Allah SWT. Seorang muslimah juga akan merasakan ketenangan serta memperoleh pahala dari setiap kalimat dzikir yang diucapkannya dengan penuh keikhlasan.

Karena itu, tidak tepat jika masa haid dianggap sebagai masa berhenti beribadah. Ada banyak bentuk ibadah lain yang tetap dapat dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Bagaimana dengan Membaca Al-Qur’an?

Pembahasan mengenai membaca Al-Qur’an ketika haid berbeda dengan hukum berdzikir. Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai boleh atau tidaknya wanita haid membaca Al-Qur’an secara langsung.

Sebagian ulama melarang membaca Al-Qur’an hingga masa haid selesai, sementara sebagian ulama lainnya membolehkan dengan alasan tertentu, terutama jika untuk belajar, mengajar, menghafal, atau khawatir hafalannya hilang.

Adapun mengenai dzikir, para ulama secara umum membolehkannya. Oleh karena itu, tidak perlu ragu untuk memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, maupun doa-doa harian selama sedang haid.

 

Jangan Menjauh dari Ibadah

Tidak sedikit wanita yang merasa dirinya sedang tidak suci sehingga memilih menjauh dari berbagai bentuk ibadah. Padahal, Islam hanya memberikan keringanan pada beberapa ibadah tertentu, bukan melarang seluruh bentuk ibadah.

Selama masa haid, seorang muslimah tetap dapat memperbanyak istighfar, membaca shalawat, memohon doa kepada Allah, mendengarkan bacaan Al-Qur’an, serta mengingat Allah dalam setiap aktivitasnya. Semua amalan tersebut dapat menjadi sebab bertambahnya keimanan dan mendatangkan ketenangan hati.

Dengan demikian, masa haid tidak seharusnya membuat seseorang merasa jauh dari rahmat Allah. Justru, waktu tersebut bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual melalui dzikir dan doa.

BACA JUGA: Mengapa setelah Shalat Harus Dzikir 33x?

Wanita yang sedang haid tetap diperbolehkan berdzikir kepada Allah SWT. Tidak ada larangan bagi seorang muslimah untuk mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, shalawat, maupun doa-doa yang diajarkan dalam Islam. Dzikir adalah ibadah yang dapat dilakukan dalam berbagai keadaan dan menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kedekatan dengan Allah.

Meskipun ada beberapa ibadah yang tidak dilaksanakan selama haid, seperti shalat dan puasa, seorang muslimah tetap memiliki banyak kesempatan untuk meraih pahala. Oleh karena itu, jangan jadikan masa haid sebagai alasan untuk berhenti mengingat Allah. Sebaliknya, manfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak dzikir, memperkuat keimanan, dan memohon ampunan kepada-Nya. Dengan begitu, hati akan tetap tenang dan hubungan dengan Allah SWT senantiasa terjaga.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *