BANYAK pemilik kucing pernah mengalami situasi yang tidak disengaja. Misalnya harus bepergian mendadak, lupa mengisi tempat makan, atau mengira masih ada anggota keluarga lain yang sudah memberi makan si meong. Lalu muncul pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi jika kucing peliharaan tidak diberi makan selama satu hari penuh?
Jawabannya bergantung pada usia, kondisi kesehatan, dan status gizinya. Namun secara umum, membiarkan kucing tidak makan selama 24 jam bukanlah sesuatu yang boleh dianggap sepele.
Kucing merupakan hewan karnivora obligat. Artinya, tubuh mereka dirancang untuk memperoleh sebagian besar kebutuhan nutrisinya dari daging. Berbeda dengan manusia yang dapat bertahan lebih lama tanpa makan, metabolisme kucing memiliki karakteristik tersendiri.
Apa yang Terjadi Setelah 24 Jam Tidak Makan?
Jika seekor kucing dewasa yang sehat tidak makan selama sehari, biasanya ia belum langsung mengalami kondisi yang mengancam jiwa. Namun, tubuhnya mulai mengalami perubahan. Cadangan energi mulai digunakan untuk mempertahankan fungsi organ-organ vital.
BACA JUGA: Apa Jadinya kalau Kucing Dikasih Makan Ikan Asin?
Pada kondisi ini, kucing umumnya menjadi lebih lemas, kurang aktif, dan mungkin mulai mencari makanan ke berbagai sudut rumah. Sebagian kucing juga akan mengeong lebih sering sebagai tanda bahwa mereka lapar.
Selain itu, kucing merupakan hewan yang sangat menyukai rutinitas. Ketika jadwal makannya berubah, sebagian kucing menjadi gelisah, lebih rewel, bahkan ada yang mulai mengacak-acak tempat sampah atau mencuri makanan yang ada di meja makan.
Waspadai Jika Kucing Tidak Mau Makan
Hal yang perlu dibedakan adalah antara tidak diberi makan dan tidak mau makan.
Jika kucing menolak makanan yang disediakan, kondisi tersebut justru lebih mengkhawatirkan. Hilangnya nafsu makan dapat menjadi tanda adanya penyakit, seperti infeksi, gangguan gigi dan mulut, masalah saluran pencernaan, hingga penyakit ginjal.

Apabila kucing sama sekali tidak makan selama lebih dari 24 jam, sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Bahaya Perlemakan Hati pada Kucing
Salah satu risiko serius akibat kucing tidak makan selama beberapa hari adalah hepatic lipidosis atau perlemakan hati.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada kucing yang mengalami kelebihan berat badan. Saat tubuh kekurangan makanan, cadangan lemak akan dipecah sebagai sumber energi. Namun hati kucing tidak mampu memproses lemak dalam jumlah besar sehingga lemak menumpuk di organ tersebut.
Jika tidak segera diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal hati dan mengancam keselamatan kucing.
Anak Kucing Jauh Lebih Rentan
Anak kucing tidak memiliki cadangan energi sebanyak kucing dewasa.
Karena itu, tidak makan selama satu hari dapat menyebabkan kadar gula darah turun drastis atau hipoglikemia. Gejalanya bisa berupa tubuh lemah, gemetar, tidak mau bergerak, hingga kehilangan kesadaran.
Begitu pula pada kucing yang sedang sakit, hamil, atau menyusui. Mereka memerlukan energi lebih banyak sehingga tidak boleh dibiarkan kekurangan makanan dalam waktu lama.
Jangan Lupakan Air Minumnya
Selain makanan, air minum juga sangat penting.
Kucing memang dikenal jarang minum, tetapi bukan berarti mereka tidak membutuhkan air. Jika selama sehari tidak mendapatkan air bersih, risiko dehidrasi akan meningkat, terlebih jika cuaca sedang panas atau kucing hanya mengonsumsi makanan kering.
Pastikan selalu tersedia air minum yang bersih dan diganti setiap hari.
Bagaimana Jika Harus Meninggalkan Rumah?
Apabila Anda hanya bekerja dari pagi hingga sore, umumnya tidak menjadi masalah selama sebelum berangkat kucing sudah diberi makan dan tersedia air minum yang cukup.
Jika memungkinkan, gunakan automatic feeder agar makanan keluar sesuai jadwal. Anda juga bisa meminta anggota keluarga untuk sesekali mengecek kondisi kucing.

Namun apabila harus bepergian lebih dari satu hari, jangan meninggalkan kucing sendirian. Titipkan kepada keluarga, pet sitter, atau penitipan hewan yang terpercaya agar kebutuhan makan, minum, dan kesehatannya tetap terjaga.
Islam Mengajarkan Menyayangi Hewan
Memberi makan hewan peliharaan bukan sekadar bentuk kasih sayang, tetapi juga amanah yang harus dipenuhi.
Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang seorang wanita yang diazab karena mengurung seekor kucing hingga mati. Ia tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makan sendiri.
BACA JUGA: 7 Ciri Kucing Terkena Penyakit Rabies, Waspada!
“Seorang wanita diazab karena seekor kucing yang dikurungnya hingga mati. Ia tidak memberinya makan dan tidak pula melepaskannya sehingga dapat memakan serangga bumi.” (HR. Bukhari no. 3318 dan Muslim no. 2242)
Hadis ini menjadi pelajaran bahwa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan hewan. Siapa pun yang memilih memelihara hewan, maka ia berkewajiban memenuhi kebutuhan dasarnya.
Kesimpulan
Kucing dewasa yang sehat memang umumnya masih dapat bertahan jika tidak makan selama 24 jam. Namun kondisi tersebut tetap tidak ideal dan sebaiknya tidak dibiarkan berulang.
Risiko akan jauh lebih besar pada anak kucing, kucing yang sakit, hamil, menyusui, atau mengalami obesitas. Oleh karena itu, pastikan kucing selalu mendapatkan makanan bergizi, air minum yang bersih, dan perhatian yang cukup. Sebab, memelihara hewan bukan hanya menghadirkan teman di rumah, tetapi juga memikul tanggung jawab untuk menjaga kehidupan makhluk Allah dengan sebaik-baiknya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

