Apa Penyebab Orang Suka Lupa Rakaat dalam Shalat?

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Islampos AI

SHALAT adalah ibadah yang menuntut kekhusyukan, perhatian, dan kehadiran hati. Namun, hampir setiap Muslim pernah mengalami lupa rakaat. Ada yang tiba-tiba bingung, “Ini sudah rakaat ketiga atau keempat?” Ada pula yang baru sadar setelah salam bahwa jumlah rakaatnya keliru.

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Apakah karena iman yang lemah? Atau ada penyebab lain?

Lupa Rakaat Adalah Hal yang Pernah Dialami Orang Saleh

Lupa dalam shalat bukan hanya dialami oleh orang awam. Bahkan Rasulullah ﷺ pernah mengalami lupa dalam shalat sebagai bagian dari hikmah agar umat mengetahui tata cara memperbaiki kesalahan melalui sujud sahwi.

BACA JUGA: Bolehkah Mengulang Shalat karena Merasa Kurang Khusyuk?

Hal ini menunjukkan bahwa lupa adalah sifat manusia. Namun, jika terlalu sering terjadi, ada baiknya kita mencari penyebabnya dan berusaha memperbaikinya.

1. Hati Tidak Fokus kepada Allah

Penyebab paling umum adalah kurangnya kekhusyukan. Secara fisik kita berdiri menghadap kiblat, tetapi pikiran justru sibuk memikirkan pekerjaan, bisnis, tagihan, keluarga, atau urusan lainnya.

Ketika pikiran melayang ke mana-mana, perhatian terhadap jumlah rakaat pun ikut hilang.

Allah berfirman:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

2. Gangguan Setan

Dalam Islam dijelaskan bahwa setan berusaha mengganggu orang yang sedang shalat. Salah satu tujuannya adalah membuat seseorang lupa bacaan maupun jumlah rakaat.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa setan datang membisikkan berbagai hal sehingga seseorang lupa rakaat ketika mengerjakan shalat.

Karena itu, sebelum shalat dianjurkan membaca ta’awudz dan berusaha menghadirkan hati kepada Allah.

3. Terlalu Sibuk Sebelum Shalat

Orang yang baru saja bekerja berat, menghadapi banyak masalah, atau bermain media sosial hingga detik terakhir sebelum takbir sering kali masih membawa “beban pikiran” ke dalam shalat.

Tubuhnya masuk masjid, tetapi pikirannya masih berada di kantor atau di layar ponsel.

Akibatnya, konsentrasi menjadi mudah pecah.

4. Shalat Terlalu Terburu-buru

Banyak orang mengejar agar shalat cepat selesai. Gerakan dilakukan dengan tergesa-gesa, bacaan dipercepat, bahkan hampir tanpa jeda.

Ketika semua dilakukan terburu-buru, otak sulit mencatat urutan rakaat dengan baik.

Shalat bukan sekadar menyelesaikan gerakan, tetapi juga menghadirkan hati.

5. Kurang Memahami Makna Bacaan

Jika bacaan shalat hanya diucapkan tanpa dipahami maknanya, pikiran lebih mudah mengembara.

Sebaliknya, ketika seseorang memahami arti Al-Fatihah, tasbih rukuk, doa sujud, dan bacaan lainnya, hati lebih mudah terhubung dengan apa yang sedang dibaca sehingga konsentrasi meningkat.

https://s.shopee.co.id/gODiEsGCE

6. Terlalu Banyak Maksiat

Para ulama menjelaskan bahwa dosa dapat mengeraskan hati. Hati yang dipenuhi maksiat lebih sulit merasakan nikmatnya ibadah.

Pandangan yang tidak dijaga, kebiasaan berbohong, riba, ghibah, atau maksiat lainnya dapat memengaruhi kualitas kekhusyukan seseorang.

Semakin bersih hati, semakin mudah menghadirkan fokus ketika shalat.

7. Kondisi Fisik yang Kurang Prima

Kurang tidur, kelelahan, lapar berlebihan, atau sedang sakit juga bisa membuat konsentrasi menurun.

Karena itu Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seseorang tidak shalat ketika sangat mengantuk hingga tidak sadar apa yang sedang diucapkannya.

Menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari menjaga kualitas ibadah.

8. Tidak Membiasakan Tuma’ninah

Tuma’ninah adalah tenang pada setiap gerakan shalat.

Orang yang langsung berpindah dari satu gerakan ke gerakan berikutnya tanpa jeda lebih mudah kehilangan hitungan rakaat.

Sebaliknya, jika setiap rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk dilakukan dengan tenang, urutan rakaat akan lebih mudah diingat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Lupa Rakaat?

Jika ragu jumlah rakaat saat shalat:

  • Ambillah jumlah yang paling sedikit karena itulah yang lebih diyakini.
  • Sempurnakan shalat berdasarkan hitungan tersebut.
  • Lakukan sujud sahwi sesuai tuntunan sebelum atau sesudah salam, tergantung kondisi dan pendapat fikih yang diikuti.

Apabila lupa terjadi sesekali, hal itu tidak perlu membuat putus asa. Namun, jika hampir setiap shalat mengalaminya, maka perlu memperbaiki kualitas kekhusyukan dan mengurangi hal-hal yang mengganggu konsentrasi.

Cara Agar Tidak Mudah Lupa Rakaat

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu:

  • Datang lebih awal sehingga hati lebih tenang.
  • Matikan atau jauhkan ponsel sebelum shalat.
  • Pahami makna bacaan shalat.
  • Hadirkan kesadaran bahwa ini mungkin shalat terakhir dalam hidup.
  • Lakukan setiap gerakan dengan tuma’ninah.
  • Perbanyak istighfar dan jauhi maksiat yang dapat mengeraskan hati.
  • Berdoa kepada Allah agar diberi kekhusyukan dalam shalat.

BACA JUGA: Bagaimana Hukum Shalat bagi Orang yang Tidak Mampu Berdiri?

Lupa rakaat bukan berarti seseorang tidak beriman. Itu adalah bagian dari sifat manusia yang bisa dialami siapa saja. Namun, jika hal tersebut sering terjadi, biasanya ada penyebab yang perlu diperbaiki, mulai dari kurangnya fokus, banyaknya gangguan pikiran, hingga kebiasaan terburu-buru dalam shalat.

Semakin seseorang menjaga hati, memperbaiki kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah, insya Allah shalat akan menjadi lebih khusyuk. Ketika hati benar-benar hadir di hadapan-Nya, perhatian terhadap setiap gerakan dan rakaat pun akan lebih terjaga, sehingga shalat menjadi lebih tenang, lebih bermakna, dan lebih mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *