BANYAK orang mungkin pernah mengalami situasi seperti ini: ingin berwudu, tetapi tempat mengambil wudu berada di dalam kamar mandi yang sekaligus menjadi toilet. Lalu muncul pertanyaan, “Bolehkah membaca Bismillah di dalam toilet?”
Pertanyaan ini penting karena Bismillah merupakan bagian dari zikir kepada Allah, sementara toilet atau tempat buang hajat memiliki adab khusus dalam Islam.
Lantas, bagaimana hukumnya?
Sebaiknya tidak mengucapkan zikir dengan lisan di dalam toilet
Pada dasarnya, para ulama menjelaskan bahwa menyebut nama Allah dengan lisan di tempat buang hajat merupakan sesuatu yang makruh, sebagai bentuk penghormatan terhadap nama Allah dan menjaga adab.
BACA JUGA: Bolehkah Berwudhu di Kamar Mandi yang Terdapat Toilet?
Karena itu, jika seseorang berada di dalam toilet dan tidak sedang memiliki kebutuhan khusus untuk membaca Bismillah, sebaiknya tidak mengucapkannya dengan suara atau lisan.
Namun, mengingat Allah di dalam hati tidak menjadi masalah.
Jadi, kalau seseorang masuk toilet, ia tidak perlu melakukan zikir dengan lisannya selama berada di dalamnya.
Bagaimana jika ingin berwudu di dalam toilet?
Di sinilah persoalannya menjadi sedikit berbeda.
Jika seseorang harus berwudu di dalam kamar mandi yang juga digunakan untuk buang air, para ulama memiliki pembahasan khusus mengenai membaca Bismillah sebelum wudu.
Sebagian ulama menyarankan agar Bismillah cukup dibaca dalam hati untuk menjaga adab di tempat tersebut. Ada pula ulama yang membolehkan mengucapkan Bismillah dengan lisan ketika memulai wudu karena membaca Bismillah sebelum wudu memiliki dasar anjuran yang kuat, bahkan sebagian ulama menganggapnya wajib.
Syaikh Ibnu Baz, misalnya, menjelaskan bahwa jika seseorang memang perlu berwudu di dalam kamar mandi, ia boleh membaca Bismillah ketika memulai wudu. Menurut beliau, kebutuhan untuk membaca Bismillah menghilangkan kemakruhan tersebut.
Artinya, orang yang berwudu di dalam toilet tidak perlu membatalkan atau meninggalkan wudunya hanya karena berada di tempat tersebut.
Kalau tempat wudunya di luar toilet bagaimana?
Kalau tempat wudu berada di luar ruang toilet, meskipun lokasinya bersebelahan atau menyatu dengan bangunan kamar mandi, maka seseorang dapat membaca Bismillah dengan lisan seperti biasa.
Yang menjadi perhatian adalah apakah seseorang benar-benar berada di tempat buang hajat atau tidak.
Jadi, jangan langsung menganggap semua ruangan yang disebut “kamar mandi” memiliki hukum yang sama.
Ada kamar mandi yang hanya digunakan untuk mandi dan bersih-bersih. Ada pula kamar mandi yang sekaligus menjadi tempat buang air.
Bagaimana dengan membaca doa masuk toilet?
Justru doa sebelum masuk toilet dianjurkan dibaca sebelum masuk, bukan setelah berada di dalamnya.
Di antara doa yang diajarkan adalah:
“Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khaba’its.”
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”
Karena itu, biasakan membaca doa tersebut sebelum memasuki toilet.
Setelah masuk, sebaiknya menjaga lisan dari zikir yang tidak diperlukan.
Bagaimana jika lupa membaca Bismillah sebelum masuk?
Tidak perlu panik.
Jika seseorang sudah berada di dalam toilet kemudian baru teringat bahwa ia belum membaca Bismillah untuk suatu keperluan, jangan sampai masalah kecil seperti ini membuat seseorang mengalami waswas berlebihan.
Dalam kondisi tertentu, terutama ketika sedang berwudu di dalam kamar mandi, terdapat pendapat ulama yang membolehkan membaca Bismillah karena adanya kebutuhan tersebut.
Islam tidak mengajarkan kita untuk terus-menerus terjebak dalam keraguan.
Setelah wudu, kapan membaca doa?
Jika wudu dilakukan di dalam toilet, doa atau zikir setelah wudu sebaiknya dibaca setelah keluar dari toilet.
Misalnya membaca syahadat setelah selesai berwudu dan sudah berada di luar kamar mandi. Ini juga dijelaskan dalam fatwa Syaikh Ibnu Baz.
Dengan demikian, kita bisa tetap menjaga adab sekaligus melaksanakan sunnah setelah wudu.
Jadi, boleh atau tidak membaca Bismillah di toilet?
Jawabannya tidak bisa disederhanakan menjadi sekadar “boleh” atau “tidak boleh”, karena ada perincian.
Jika hanya berada di toilet dan tidak ada kebutuhan khusus, sebaiknya tidak mengucapkan Bismillah dengan lisan.
Jika sedang berwudu di dalam toilet, terdapat perbedaan pendapat ulama. Sebagian menyarankan membaca Bismillah dalam hati, sedangkan sebagian ulama membolehkan bahkan menganjurkan membacanya dengan lisan karena berkaitan dengan wudu.
Jika tempat wudu berada di luar toilet, maka membaca Bismillah tidak menjadi masalah.
Menjaga adab ketika berada di toilet merupakan bagian dari ajaran Islam. Karena toilet adalah tempat buang hajat, sebaiknya seseorang tidak banyak berbicara atau berzikir dengan lisannya di dalamnya.
Namun, jika seseorang harus berwudu di dalam kamar mandi yang sekaligus menjadi toilet, ada perbedaan pendapat ulama mengenai membaca Bismillah. Sebagian menyarankan membacanya dalam hati, sementara ulama lain membolehkan membacanya dengan lisan karena adanya kebutuhan untuk memulai wudu.
BACA JUGA: Kenapa Toilet Bus hanya Bisa Digunakan saat Berjalan?
Jadi, tidak perlu saling menyalahkan dalam persoalan ini.
Yang penting, pahami adabnya, hindari berlebihan dalam berdebat, dan jangan sampai persoalan seperti ini membuat kita terkena waswas.
Jika memungkinkan, lakukan wudu di luar toilet. Tetapi jika tidak memungkinkan, tetaplah berwudu dan ikuti pendapat ulama yang terpercaya.
Islam mengajarkan kesucian sekaligus kemudahan, dan setiap ibadah hendaknya dilakukan dengan ilmu serta ketenangan hati. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

