10 Akibat Jadi Pelakor yang Perlu Dipikirkan

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

ISTILAH pelakor sering digunakan untuk menyebut perempuan yang menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah memiliki pasangan, terutama suami orang lain.

Di balik hubungan yang mungkin terlihat menyenangkan pada awalnya, ada konsekuensi yang tidak ringan. Bukan hanya bagi istri dan anak-anak yang terdampak, tetapi juga bagi perempuan yang memilih masuk ke dalam hubungan tersebut.

Berikut 10 akibat yang perlu direnungkan.

1. Merusak Rumah Tangga Orang Lain

Hubungan dengan suami orang dapat menjadi sebab retaknya rumah tangga.

Ada kepercayaan yang hancur, komunikasi yang rusak, bahkan keluarga yang akhirnya berpisah.

2. Mengambil Hak yang Bukan Miliknya

Jika sebuah hubungan dibangun dengan merebut perhatian dan kasih sayang yang seharusnya dijaga dalam pernikahan, ada hak orang lain yang ikut terdampak.

Karena itu, jangan menganggap urusan rumah tangga orang lain sebagai sesuatu yang boleh dimasuki sesuka hati.

BACA JUGA:  Efek Buruk Suami Istri Tidur Terpisah

3. Menyakiti Hati Seorang Istri

Tidak ada yang mudah bagi seorang istri ketika mengetahui suaminya memiliki hubungan dengan perempuan lain.

Luka tersebut bisa sangat dalam, terlebih jika pengkhianatan berlangsung lama dan dilakukan secara diam-diam.

4. Anak-Anak Bisa Menjadi Korban

Perselingkuhan orang dewasa tidak selalu berhenti pada dua orang.

Anak-anak dapat ikut merasakan dampaknya ketika hubungan orang tuanya menjadi penuh konflik.

Mereka mungkin kehilangan rasa aman, mengalami kesedihan, atau harus menghadapi perubahan besar dalam keluarganya.

https://s.shopee.co.id/1qZjee8p59

5. Kehilangan Kepercayaan Orang Lain

Seseorang yang dikenal sebagai pihak ketiga dalam rumah tangga orang lain dapat mengalami rusaknya kepercayaan dari lingkungan sekitarnya.

Orang mungkin menjadi ragu untuk mempercayakan hubungan kepadanya.

6. Hubungan Dibangun di Atas Kebohongan

Hubungan yang diawali dengan menyembunyikan pesan, menghapus percakapan, berbohong tentang pertemuan, atau menutupi keberadaan seseorang akan sulit menghadirkan ketenangan.

Sebab, kebohongan biasanya membutuhkan kebohongan berikutnya untuk mempertahankan dirinya.

7. Menimbulkan Dosa dan Kezaliman

Dalam Islam, hubungan laki-laki dan perempuan harus dijaga dengan batas-batas yang Allah tetapkan.

Allah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Karena itu, seorang muslimah hendaknya tidak hanya bertanya, “Apakah aku mencintainya?” tetapi juga, “Apakah Allah meridhai jalan yang sedang kutempuh?”

8. Hati Sulit Mendapat Ketenangan

Hubungan yang dibangun dengan mengorbankan ketenangan orang lain sering kali menghadirkan kegelisahan.

Takut ketahuan.

Takut ditinggalkan.

Takut dia kembali kepada istrinya.

Takut diperlakukan sebagaimana dahulu ia memperlakukan orang lain.

Ketenangan hati bukan sekadar mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi ketika apa yang diperoleh berada di jalan yang halal.

Ipar Adalah Maut, Syarat Poligami, Jodoh yang Baik, Asma binti Abu Bakar, Mahram dalam Islam, Talak
Foto: Freepik

9. Bisa Mendapatkan Perlakuan yang Sama

Jika seorang laki-laki terbiasa mengkhianati pasangannya untuk menjalin hubungan baru, tidak ada jaminan bahwa pola tersebut tidak akan terulang.

Karena itu, jangan terlalu cepat merasa menang ketika berhasil mendapatkan seseorang dari hubungan orang lain.

Bisa jadi suatu hari nanti, orang yang sama melakukan hal serupa kepada kita.

BACA JUGA:  Suami Istri Beda Madzhab, Bagaimana Menyikapinya?

10. Kehilangan Keberkahan

Sesuatu yang diperoleh dengan cara yang salah tidak otomatis menjadi baik hanya karena akhirnya menjadi milik kita.

Dalam kehidupan seorang muslim, keberkahan jauh lebih penting daripada sekadar memiliki.

Jika memang seorang laki-laki ingin menikah lagi, maka persoalan tersebut harus ditempuh melalui jalan yang dibenarkan syariat, bukan melalui perselingkuhan, tipu daya, atau hubungan terlarang.

Jangan Bangga Menjadi Penyebab Luka

Tidak semua perempuan yang dekat dengan laki-laki beristri dapat disebut pelakor. Ada persoalan hukum dan kondisi yang berbeda-beda, terutama dalam perkara poligami yang memiliki aturan syariat tersendiri.

Namun, perselingkuhan, menggoda pasangan orang lain, dan sengaja merusak hubungan suami istri adalah perkara yang patut dijauhi.

Cantik bukan alasan untuk mengambil yang bukan hak.

Dicintai bukan alasan untuk melanggar batas.

Dan mendapatkan seorang laki-laki bukanlah kemenangan jika prosesnya membuat orang lain terluka dan mengundang kemurkaan Allah.

Jaga kehormatan diri.
Jaga batas pergaulan.
Jangan menjadi sebab hancurnya rumah tangga orang lain. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *