7 Sikap Suami yang Sering Menyakiti Istri, Apa Saja?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

PERNIKAHAN seharusnya menjadi tempat dua hati menemukan ketenangan.
Suami dan istri bukanlah lawan yang harus saling memenangkan pertengkaran, tetapi pasangan yang seharusnya saling menguatkan dalam menjalani kehidupan.

Namun, tanpa disadari, ada beberapa sikap suami yang dapat melukai hati istri. Sebagian mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan berulang kali, luka tersebut bisa semakin dalam.

Berikut tujuh sikap suami yang sebaiknya dihindari.

1. Sering Meremehkan Istri

Istri yang mengurus rumah, anak, dan berbagai kebutuhan keluarga mungkin tidak selalu menghasilkan uang. Namun, bukan berarti pekerjaannya tidak bernilai.

Ucapan seperti, “Kamu kan cuma di rumah,” dapat membuat istri merasa tidak dihargai.

Padahal, pekerjaan rumah tangga dan mengurus keluarga membutuhkan tenaga, waktu, kesabaran, dan perhatian yang tidak sedikit.

Hargailah apa yang dilakukan istri, sekecil apa pun itu.

BACA JUGA: Apa yang Harus Dilakukan Istri Saat Suami Ketahuan Melakukan Zina?

2. Sering Membandingkan Istri dengan Wanita Lain

“Lihat istri orang lain, lebih pintar mengurus rumah.”

“Atau lihat dia, lebih cantik dan lebih perhatian.”

Perbandingan seperti ini sangat mudah melukai hati istri.

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika ada sesuatu yang ingin diperbaiki, sampaikan dengan cara yang baik tanpa menjadikan wanita lain sebagai pembanding.

Istri membutuhkan arahan, bukan penghinaan.

3. Mengabaikan Perasaan Istri

Ada kalanya istri tidak membutuhkan solusi panjang.

Ia hanya ingin didengarkan.

Ketika istri bercerita tentang kelelahan atau masalah yang dihadapinya, jangan buru-buru mengatakan, “Ah, begitu saja kok dipikirkan.”

https://s.shopee.co.id/7KvaJs8XcK

Bisa jadi bagi suami masalah itu sederhana, tetapi bagi istri terasa berat.

Mendengarkan dengan penuh perhatian adalah salah satu bentuk kasih sayang.

4. Membentak dan Berkata Kasar

Marah adalah manusiawi.

Namun, kemarahan tidak boleh menjadi alasan untuk melukai pasangan dengan ucapan kasar, hinaan, atau bentakan.

Luka akibat perkataan terkadang tidak terlihat, tetapi bisa tersimpan lama di dalam hati.

Seorang suami hendaknya belajar mengendalikan emosinya dan memilih perkataan yang baik, terutama ketika sedang marah.

5. Tidak Menghargai Pengorbanan Istri

Ada istri yang rela menunda keinginannya demi kebutuhan keluarga.

Ada yang bangun lebih awal, tidur lebih akhir, mengurus anak, menyiapkan makanan, membersihkan rumah, sekaligus tetap berusaha menjadi pasangan yang baik.

Jika semua itu dianggap sebagai sesuatu yang memang “sudah menjadi kewajibannya”, lama-kelamaan istri bisa merasa tidak dihargai.

Ucapan sederhana seperti “terima kasih” dapat memiliki arti yang besar.

6. Membuka Aib Istri kepada Orang Lain

Masalah rumah tangga tidak seharusnya menjadi bahan candaan di depan teman atau keluarga.

Menceritakan kekurangan istri kepada orang lain, apalagi dengan tujuan mempermalukannya, dapat menghancurkan kepercayaan.

Rasulullah ﷺ juga memberikan peringatan keras terhadap orang yang menyebarkan rahasia pasangannya.

Karena itu, jagalah kehormatan istri sebagaimana seorang suami ingin kehormatannya dijaga.

Rumus 8 + 8 + 8, lalai, Jam Tangan
Foto: Freepik

7. Hadir Secara Fisik, tetapi Tidak Secara Emosional

Suami mungkin setiap hari berada di rumah, tetapi pikirannya selalu sibuk dengan pekerjaan, gawai, atau urusan lainnya.

Istri akhirnya merasa hidup bersama seseorang yang sebenarnya jauh.

Sesekali letakkan ponsel.

Tanyakan bagaimana harinya.

Dengarkan ceritanya.

Luangkan waktu untuk berbicara tanpa terganggu pekerjaan atau layar.

Sebab kehadiran bukan hanya tentang berada di tempat yang sama, tetapi juga memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai.

BACA JUGA:  Suami Rajin Bekerja Tapi Jarang Shalat, Bagaimana?

Menjadi Suami yang Membuat Istri Merasa Aman

Allah ﷻ berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa: 19)

Menjadi suami bukan sekadar memberikan nafkah.

Ada tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, membimbing, menghormati, dan memperlakukan istri dengan cara yang baik.

Rumah tangga tidak membutuhkan suami yang sempurna.

Ia membutuhkan suami yang mau belajar.

Mau meminta maaf ketika salah.

Mau mendengarkan ketika istri berbicara.

Dan mau memperbaiki diri ketika menyadari telah menyakiti hati pasangannya.

Sebab bagi seorang istri, kebahagiaan rumah tangga tidak selalu dibangun oleh kemewahan.

Terkadang ia tumbuh dari hal-hal sederhana:

perkataan yang lembut, perhatian yang tulus, penghargaan atas pengorbanan, dan seorang suami yang membuatnya merasa dicintai dan dihargai. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *